https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Era Digitalisasi, Kementan Dorong Penyuluh Update dan Upgrade Kemampuan

Rizki Ramadhan | Kamis, 01/12/2022 11:53 WIB



Era Digitalisasi, Kementan Dorong Penyuluh Update dan Upgrade Kemampuan. Temu Pembinaan dan Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Tengah yang bertemakan Penyuluh Masa Depan, Rabu (30/11) bertempat di Dusun Semilir, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, menghadapi era industri 4.0 seluruh insan pertanian tak terkecuali dengan penyuluh pertanian harus mampu beradaptasi di era digitalisasi.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatan mengungkapkan bahwa penyuluh pertanian merupakan ujung tombak dalam proses pembangunan pertanian.

"Penyuluh adalah garda terdepan pendamping petani dalam kesuksesan pertanian. Oleh sebab itu, penguatan penyelenggaraan penyuluhan pertanian harus terus kita lakukan," kata Mentan Syahrul.

Baca juga :
Pemerintah Sepakat Penyuluh Pertanian di Bawah Koordinasi Kementan

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi juga mengatakan, penyuluh pertanian saat ini harus diperkuat dengan bertransformasi menuju pertanian yang maju mandiri dan modern.

"Metode penyuluhan pertanian sebelumnya hanya menggunakan metode lakususi, sekarang ditambah dengan smart farming melalui pemanfaatan teknologi agar penyelenggaraan penyuluhan lebih maksimal," ujar Dedi.

Baca juga :
Kewenangan Penyuluh Pertanian Ditarik ke Pusat, Fokus Percepat Swasembada Pangan

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan) BPPSDMP, Bustanul Arifin Caya menegaskan bahwa petani dan penyuluh pertanian harus mampu beradaptasi di era digitalisai.

Hal itu disampaikan Bustanul pada acara Temu Pembinaan dan Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Tengah yang bertemakan Penyuluh Masa Depan, Rabu (30/11) bertempat di Dusun Semilir, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga :
Komisi IV Soroti Persoalan Pupuk, Penyuluh Pertanian dan Infrastruktur di Bali

Dia mengatakan, menyebarkan inovasi dan teknologi pertanian kepada petani merupakan salah satu peran dan tugas penyuluh pertanian agar petani mau mengadopsi dan menerapkan teknologi untuk mendongkrak produktivias pertanian.

"Tidak mungkin tercapai peningkatan produktivitas kalau tidak ada inovasi dan teknologi pertanian, apalagi sekarang kita ditambah lagi harus mengembangkan Smart Agriculture atau sistem pertanian cerdas. Smart Agriculture tidak akan terjadi apabila tidak dilakukan perlakuan inovasi dan teknologi," kata Bustanul.

Disebutkan Bustanul bahwa ada tiga ciri Smart Agriculture. Pertama, pemanfaatan biosains dan bioteknologi. Kedua, penggunaan mekanisasi pertanian, dan pemanfaatan Internet of Things (IoT).

"Kondisi seperti itu (era digitalisasi, Red) diharpakan ke depan penyuluh dan petani mau tidak mau agar mengupdate dan mengupgrade terus dirinya. Apalagi muridnya tidak berubah-ubah," imbuhnya.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Penyuluh Pertanian Era Digitalisasi Bustanul Arifin Caya

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777