https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Rancang Desa Wisata Kemendes PDTT Gandeng ITS

Untung Subagja | Kamis, 28/07/2022 18:19 WIB



Pendampingan ITS Surabaya fokus pada penyusunan master plan agar pembangunan desa wisata lebih terukur dan terarah. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengunjungi Desa Wisata Waduk Tanjungan, Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (28/7/2022). (Foto: Kemendes PDTT)

Mojokerto, Jurnas.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Halim menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya jadi pendamping pengembangan desa wisata.

Pendampingan ITS Surabaya fokus pada penyusunan master plan agar pembangunan desa wisata lebih terukur dan terarah.

Setelah master plan disusun dengan melibatkan warga desa baru dibicarakan rencana pembangunan secara bertahap dan prioritas.

Baca juga :
Kemendes Bakal Genjot Desa Wisata di Kawasan Anyer-Carita-Cinangka

"Pendampingan penyusunan master plan ini penting banget supaya pembangunan kita ini jelas dan lebih terarah," kata Gus Halim saat mengunjungi Desa Wisata Waduk Tanjungan, Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (28/7/2022).

Lebih lanjut, Gus Halim mengingatkan bahwa wisata jangan menjadi tujuan melainkan dampak dari penataan lingkungan dengan tujuan memperbaiki ekosistem lingkungan warga desa.

Baca juga :
Kunjungi NTT, Mendes Yandri Ajak Kembangkan Desa Wisata dan Desa Tematik

Adapun wisata adalah dampak dari penataan lingkungan yang membuat lingkungan jadi menarik perhatian wisatawan.

Biasanya, kata Gus Halim, kalau wisata menjadi tujuan yang terlintas dalam pikiran perangkat desa adalah pabrikan atau wisata yang dipaksakan dan umurnya tidak akan bertahan lama.

Baca juga :
Mengulik Ketangguhan Mesin dan Fitur Mitsubishi Pajero Sport

Namun berbeda dengan wisata alam yang tidak akan lekang oleh waktu.

"Jangan merancang wisata tapi lakukan apa yang bermanfaat bagi alam, bagi lingkungan, bagi pengairan, bagi pertanian, bagi kehidupan warga masyarakat. Wisata itu dampak yang dihasilkan dari kondisi itu," tandas Mendes PDTT.

Gus Halim mengungkapkan salah satu yang sudah sesuai dengan prinsip di atas adalah Wisata Waduk Tanjungan.

Konon, pada 1981 Waduk Tanjungan dibangun oleh Departemen Kehutanan dengan maksud membantu warga desa yang sedang kesulitan air untuk menanam padi karena kekeringan.

Meski sudah berusia 40 tahun, lahan sekitar subur dan sekarang bisa jadi wisata karena pemandangannya yang indah dan sangat menarik. Padahal dulunya tujuan dibangun waktu bukan untuk dijadikan tempat wisata. Saat ini Waduk Tanjungan sudah murni dikelola oleh BUMDesa.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemendes PDTT Abdul Halim Iskandar ITS Desa Wisata

Terkini | Minggu, 07/06/2026 16:21 WIB

Warta MPR

Raih Poin Tertinggi, SMAN 2 Samarinda Sabet Juara Pertama LKBB-PB Kaltim

Gaya Hidup

Ilmuwan Ungkap Lempeng Tektonik Purba Masih Bisa Memicu Letusan Gunung Api

Gaya Hidup

Fenomena Langka Juni 2026, Venus dan Jupiter "Nyaris Bersentuhan" di Langit

News

Wamenhut Dorong Perhutanan Sosial jadi Penggerak Ekonomi Desa Hutan

News

Perkuat Sinergi, BRI Life Gelar Gathering dengan Mitra Bisnis

Olahraga

Lennart Karl Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026 Akibat Cedera

News

HTTS 2026, Pemerintah Didesak Reformasi Cukai dan Benahi Tata Kelola DBHCHT

News

Serahkan 10 SK Hutan Adat, Menhut: MHA Terbukti Penjaga Hutan Terbaik

Olahraga

Granit Xhaka Ingin Ukir Sejarah Bersama Swiss di Piala Dunia 2026

Olahraga

Alisson Terharu Baca Surat Sang Kakak Jelang Piala Dunia 2026

News

Hadapi Kedatangan Jemaah Haji Gelombang Kedua, Wamenhaj Minta Petugas Siaga

Humanika

Berbagai Peristiwa Bersejarah Tanggal 7 Juni dari Masa ke Masa

Gaya Hidup

Mengapa Hari Peduli Sedunia Diperingati Setiap 7 Juni?

Humanika

Mengapa Bulan Muharram Disebut Bulan Allah?

News

Teheran Kecam Serangan AS ke Iran, Sebut Langgar Gencatan Senjata

Humanika

Hari Keamanan Pangan Sedunia Diperingati Setiap 7 Juni, Ini Sejarahnya

Olahraga

Marquez Juara Sprint Race MotoGP Hungaria

Olahraga

Menang Lawan Mozambik, Apakah Ranking Timnas Indonesia Akan Naik?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777