https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ketua MPR: PBNU Jadi Kekuatan Sosial Indonesia dalam Hadirkan Islam yang Rahmatan lil `Alamin

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 24/12/2021 19:22 WIB



Bamsoet menerangkan, di tengah situasi dunia yang masih dihantui terorisme, NU telah menjadi benteng pertahanan dunia karena selalu dengan tegas menolak terorisme disamakan dengan jihad. Ketua MPR, Bambang Soesatyo. (Foto: MPR)

Bali, Jurnas.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU.

Sekaligus mengapresiasi berbagai pengabdian KH Said Aqil Siroj yang telah memimpin PBNU selama 10 tahun (2010-2015 dan 2015-2020). Ditangan para kyai tersebut, PBNU terus menjadi kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menghadirkan Islam yang Rahmatan lil `Alamin.

"Sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, dengan jumlah anggota mencapai 79 juta jiwa, NU tidak hanya menjadi kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Sebagaimana diwariskan pendiri NU KH. Hasyim Asy`ari yang menanamkan ajaran Hubbul Wathon Minal Iman, Cinta Tanah Air sebagian dari Iman. NU juga senantiasa menjadi kekuatan sosial dunia dalam menghadirkan Islam yang tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta`adul (keadilan)," ujar Bamsoet di Bali, Jumat (24/12/21).

Baca juga :
Penembakkan Dekat Gedung Putih, Satu Tersangka Tewas

Bamsoet menjelaskan, rekam jejak KH Yahya Cholil Staquf tidak perlu diragukan. Beliau merupakan putra (alm) KH Cholil Bisri, pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang. KH Cholil Bisri adalah kakak kandung KH Mustofa Bisri (Gus Mus), sehingga KH Yahya Cholil Staquf adalah kemenakan Gus Mus. KH Yahya Cholil Staquf juga menjadi santri (alm) KH Ali Maksum di Krapyak, Yogyakarta.

"Dalam kenegaraan, KH Yahya Cholil Staquf pernah menjadi Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tidak heran jika beliau sangat mewarisi jiwa toleransi dan pluralisme Gus Dur. Beliau juga pernah Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2019. Dengan berbagai pengalaman dan sepak terjang yang telah dimilikinya, baik dalam hal dakwah, organisasi, hingga kenegaraan, dibawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf, NU diyakini akan semakin solid dan besar," jelas Bamsoet.

Baca juga :
Kampus Binus di Jakarta Barat Kebakaran

Bamsoet menerangkan, di tengah situasi dunia yang masih dihantui terorisme, NU telah menjadi benteng pertahanan dunia karena selalu dengan tegas menolak terorisme disamakan dengan jihad. NU senantiasa melawan tindakan teror yang dijalankan atas nama agama apapun dan oleh organisasi apapun.

NU tidak pernah memberikan ruang bagi paham radikal, sekaligus selalu memberikan pencerahan kepada umat bahwa tindakan teror tidak dibenarkan atas nama agama.

Baca juga :
Bersyukur atas Pembebasan WNI, HNW Apresiasi KemLuRI

"Salah satu tantangan terbesar lainnya yang harus dijawab NU kedepannya adalah bagaimana menggaet kalangan muda dan urban perkotaan. Sehingga basis NU tidak hanya hadir di berbagai desa, melainkan juga bisa menembus hingga jantung perkotaan," pungkas Bamsoet.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Bambang Soesatyo Gus Yahya NU Terorisme

Terpopuler

Humanika

Minggu, 05/07/2026 23:59 WIB

Apakah Sholat Safar Harus di Masjid?

Minggu, 05/07/2026 23:30 WIB

Lima Doa Setelah Melaksanakan Sholat Safar

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777