Gedung Putih (Foto: Via IRNA)
Washington - Musim gugur lalu, tim keamanan nasional Gedung Putih meminta Pentagon memberikannya opsi untuk menyerang Iran setelah sekelompok gerilyawan yang bersekutu dengan Teheran menembakkan mortir ke sebuah daerah di Baghdad yang merupakan rumah bagi Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS).
Begitu kata Wall Street Journal (WSJ) mengutip pejabat yang saat ini masih aktif dan mantan pejabat AS, Minggu (13/1) waktu setempat, seperti Jurnas.com lansir dari Reuters.Dijelaskan, Permintaan Dewan Keamanan Nasional, yang dipimpin John Bolton, memicu kekhawatiran mendalam di antara para pejabat Pentagon dan Departemen Luar Negeri negara itu. Meski begitu, Pentagon dikabarkan ngotot memenuhi permintaan itu. Namun belum jelas, apakah opsi-opsi serangan terhadap Iran, juga diusulkan Gedung Putih dan diketahui Presiden Donald Trump.Baca juga :
Trump Klaim Perdamaian dengan Iran Semakin Dekat
"Peluru-peluru mendarat di tempat terbuka dan tidak ada yang terluka. Dua hari kemudian, gerilyawan tak dikenal menembakkan tiga roket yang mengenai konsulat AS di kota Basra di selatan tetapi tidak menyebabkan kerusakan serius," sambungnya.
Trump Klaim Perdamaian dengan Iran Semakin Dekat
Departemen Luar Negeri AS tidak mengomentari laporan itu. Pentagon mengatakan pihaknya memberikan opsi kepada presiden untuk berbagai ancaman.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gedung Putih Amerika Serikat Timur Tengah


























