Foto arsip Laut Merah. (Foto: AFP)
Jakarta,Jurnas.com - Dasar laut ternyata memiliki pengaruh besar terhadap sistem iklim Bumi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bentuk dan kedalaman dasar laut atau bathymetry dapat mempertahankan pola sirkulasi laut dan sejumlah karakteristik iklim utama, bahkan ketika hampir seluruh daratan Bumi dihilangkan dalam simulasi komputer.
Temuan ini memperluas pemahaman mengenai bagaimana iklim global terbentuk. Selama ini, topografi daratan dan distribusi antara darat serta laut diketahui berperan dalam mengatur sirkulasi atmosfer, perpindahan panas, dan dinamika laut.
Namun, penelitian yang dipimpin Peixi Wang, peneliti pascadoktoral dari Sun Yat-sen University, menunjukkan bahwa dasar laut sendiri memiliki peran yang jauh lebih penting daripada yang selama ini terlihat.
"Kami bertujuan memahami lebih baik peran ocean bathymetry atau bentuk dan kedalaman dasar laut dalam membentuk sirkulasi laut skala besar dan iklim global," kata Wang.
Untuk menguji seberapa besar pengaruh dasar laut, tim peneliti membuat simulasi Bumi yang sangat berbeda dari kondisi sebenarnya. Para peneliti menggunakan Community Earth System Model, model sistem Bumi yang menggabungkan berbagai komponen iklim.
Eksperimen pertama menggunakan kondisi geografis Bumi saat ini sebagai simulasi pembanding dan disebut REAL.
Dalam eksperimen kedua, hampir seluruh daratan dihilangkan. Daratan tersebut digantikan lapisan laut dangkal sedalam 10 meter, sementara bentuk dasar laut Bumi saat ini tetap dipertahankan. Simulasi ini disebut BATHY.
Dengan cara tersebut, para peneliti dapat melihat seberapa jauh bentuk dasar laut mampu mempertahankan sirkulasi laut dan karakteristik iklim tanpa pengaruh utama dari benua.
Hasilnya cukup mengejutkan. Simulasi BATHY masih menghasilkan pola sirkulasi laut skala besar yang secara umum mirip dengan simulasi Bumi sebenarnya.
Bahkan, sirkulasi tersebut secara keseluruhan menjadi lebih kuat, meski mengalami perubahan struktur yang penting.
"Temuan kami menunjukkan bahwa ocean bathymetry memainkan peran penting dalam membentuk sistem iklim global melalui pengaturannya terhadap sirkulasi laut skala besar dan transportasi panas," ujar Wang.
Perubahan sirkulasi laut tersebut kemudian memengaruhi cara panas didistribusikan ke berbagai wilayah Bumi.
Dalam simulasi tanpa daratan tersebut, perubahan arus laut turut menggeser sistem angin dan pola perpindahan panas. Hasilnya, Antarktika mengalami pemanasan, sementara Arktik justru mengalami pendinginan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa bentuk dasar laut bukan sekadar batas pasif di bawah lautan. Struktur tersebut dapat memengaruhi dinamika laut dan atmosfer melalui pengaruhnya terhadap sirkulasi skala besar.
Salah satu sistem yang tetap muncul dalam simulasi BATHY adalah Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC), meskipun strukturnya berbeda dari kondisi Bumi sebenarnya.
Sirkulasi AMOC melemah pada kedalaman di atas sekitar 1.000 meter, tetapi menguat di bawah kedalaman tersebut. Akibatnya, struktur AMOC dalam simulasi menjadi lebih dalam. Simulasi tersebut juga menghasilkan Pacific Meridional Overturning Circulation.
Mengapa bentuk dasar laut penting? Sirkulasi laut berperan dalam memindahkan panas dan energi dalam skala global. Karena itu, perubahan pada pola sirkulasi dapat memengaruhi karakteristik iklim di berbagai wilayah.
Penelitian ini juga menemukan bahwa perbedaan karakteristik iklim antara belahan Bumi utara dan selatan masih bertahan dalam simulasi hampir tanpa daratan.
Namun, perbedaan tersebut jauh lebih lemah dibandingkan kondisi Bumi sebenarnya.
"Secara khusus, asimetri iklim antarbenua tetap bertahan dalam konfigurasi Bathyplanet karena keberadaan AMOC, meskipun jauh berkurang dibandingkan konfigurasi dunia nyata," jelas Wang.
Menurut peneliti, hasil tersebut menunjukkan bahwa bentuk dasar laut dan konfigurasi benua sama-sama berperan dalam membentuk perbedaan iklim antara kedua belahan Bumi.
Temuan ini tidak hanya penting untuk memahami kondisi iklim Bumi saat ini. Para peneliti menilai hasil penelitian dapat membantu memahami hubungan antara sirkulasi laut dan iklim pada masa lalu, ketika konfigurasi benua dan lautan Bumi sangat berbeda dari sekarang.
Temuan tersebut juga berpotensi memberikan wawasan mengenai kondisi iklim di dunia lain yang memiliki lautan tetapi mungkin tidak memiliki benua seperti Bumi.
Peneliti selanjutnya ingin mengurai pengaruh masing-masing fitur dasar laut dan bentuk benua terhadap sirkulasi laut serta iklim. Dengan demikian, pengaruh topografi tidak lagi dipandang sebagai satu faktor yang berdiri sendiri.
"Pada akhirnya, kami berharap dapat memahami lebih baik bagaimana ocean bathymetry berinteraksi dengan komponen lain dalam sistem Bumi untuk membentuk iklim global," kata Wang.
Studi mengenai pengaruh bentuk dasar laut terhadap sirkulasi laut dan iklim global tersebut diterbitkan dalam jurnal Ocean-Land-Atmosphere Research. (*)
Sumber:
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Dasar Laut Iklim Bumi Sirkulasi Laut






















