Rabu, 23/09/2026 20:58 WIB

Iran Tuduh Negara Eropa Terapkan Standar Ganda dalam Konflik Regional





Negara-negara Eropa yang mengklaim membela supremasi hukum dan hak asasi manusia tidak dapat tetap diam atau mendukung agresi militer terbuka terhadap Iran

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi (Foto: Ant)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh sejumlah negara Eropa menerapkan standar ganda dalam menyikapi perkembangan regional terbaru.

Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian pertemuan dengan sejumlah menteri luar negeri Eropa di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Rabu (23/9/2026).

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi bertemu dengan menteri luar negeri Prancis, Belanda, dan Austria, serta melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Irak dan Azerbaijan.

Pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral, perkembangan regional dan internasional, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), serta situasi di Selat Hormuz.

Dalam pertemuan tersebut, Araghchi menyoroti kondisi keamanan di Selat Hormuz. Menurut dia, ketidakamanan di jalur pelayaran strategis tersebut sepenuhnya disebabkan oleh tindakan agresif AS dan Israel.

Araghchi mengatakan pemulihan keamanan di Selat Hormuz berkaitan dengan penghentian tindakan yang menurut Iran menjadi sumber ketidakamanan.

Pernyataan itu disampaikan ketika isu kebebasan pelayaran di selat tersebut menjadi salah satu bagian penting dari pembahasan diplomatik di New York.

"Negara-negara Eropa yang mengklaim membela supremasi hukum dan hak asasi manusia tidak dapat tetap diam atau mendukung agresi militer terbuka terhadap Iran," kata Araghchi, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

Araghchi juga menyerukan kepada seluruh negara, terutama negara-negara Eropa, untuk menghentikan segala bentuk dukungan terhadap Israel dan mengambil langkah untuk mencegah apa yang disebutnya sebagai impunitas.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari agenda diplomasi Iran selama kehadiran delegasinya di New York. Sidang Umum PBB ke-81 sendiri memasuki rangkaian debat umum mulai 22 September hingga 26 September 2026, dengan sejumlah isu konflik dan keamanan internasional menjadi bagian dari pembahasan para pemimpin dan pejabat tinggi negara.

Di tengah ketegangan tersebut, isu Selat Hormuz juga menjadi perhatian negara-negara Eropa. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan setelah bertemu Araghchi bahwa pelayaran di Selat Hormuz harus berlangsung secara bebas dan tanpa hambatan.

Pertemuan itu juga membahas jalur diplomatik untuk mengakhiri perang AS-Iran dan membuka kembali selat tersebut secara penuh.

Menurut data yang disampaikan dalam laporan tersebut, perang antara AS dan Israel dengan Iran dimulai pada 28 Februari. Teheran menyatakan serangan tersebut telah menewaskan ribuan orang, sementara Iran merespons dengan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah di kawasan.

Konflik tersebut juga berdampak terhadap Selat Hormuz, salah satu jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Iran secara efektif menutup jalur tersebut setelah konflik pecah. Pada saat yang sama, Teheran menyatakan kesediaan membuka kembali Selat Hormuz jika AS mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Menlu Iran Abbas Araghchi Negara Eropa Standar Ganda Konflik Regional




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :