Ketua Komisi V DPR, Lasarus
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyatakan keprihatinan atas kecelakaan KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin di perairan Laut Jawa. Legislator PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat itu juga mendorong Basarnas mengoptimalkan pencarian terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan.
"Terkait kecelakaan kapal ya, yang kembali terjadi yang menimpa kali ini adalah KM Virgo Transport 8 ya, di perairan Laut Jawa kemarin. Ini kejadian yang kesekian kalinya dalam rentang waktu yang cukup pendek ya. Saya melihat, kami dari Komisi V, sepertinya masif sekali ini kejadian kecelakaan kapal dan ini masih ada ratusan korbannya yang belum ditemukan, informasi terakhir pagi ini dari Basarnas dan KNKT," ujar Lasarus, ketika dihubungi, Jakarta, Senin (14/9).
Lasarus mengatakan, Komisi V DPR turut prihatin atas kejadian tersebut, terutama terhadap korban yang meninggal dunia maupun korban yang hingga kini belum ditemukan. Ia meminta Basarnas terus melakukan upaya pencarian secara maksimal agar seluruh korban dapat ditemukan.
Menilik 5 Standar Keselamatan Pelayaran Kemenhub
"Yang pertama, tentu sebagai pimpinan Komisi, saya menyatakan prihatin atas kejadian ini dan turut berduka kepada seluruh korban yang meninggal dan juga prihatin kepada korban yang belum ditemukan. Kami mendorong terus untuk Basarnas melakukan upaya pencarian semaksimal mungkin, untuk kiranya seluruh korban bisa ditemukan tentunya," ucapnya.
Selain mendorong optimalisasi pencarian korban, Lasarus menyoroti lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Menurutnya, kecelakaan KM Virgo Transport 8 menjadi bagian dari rangkaian kecelakaan kapal yang perlu mendapat perhatian serius.
"Kembali lagi, kami dari Komisi yang menyoroti apa yang pernah kami sampaikan dalam rapat beberapa waktu yang lalu. Ini adalah rangkaian dari lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Laut. Kalau memang kapal ini layak berlayar, pasti ini tidak mungkin terjadi, ya," kata Lasarus.
Lasarus menilai persoalan kelayakan kapal perlu ditelusuri secara menyeluruh. Terlebih, ia memperoleh informasi bahwa KM Virgo Transport 8 telah berusia hampir 40 tahun.
Menurutnya, aspek pengawasan dan kelayakan kapal harus menjadi perhatian agar kecelakaan serupa tidak terus berulang. Komisi V DPR pun akan menyoroti berbagai aspek yang berkaitan dengan keselamatan pelayaran.
Lasarus juga mendapati informasi sementara bahwa tidak ada sistem peringatan atau warning system yang berjalan sebelum kapal karam. Ia menegaskan informasi tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut.
"Kemudian juga kami dapat informasi sementara ini ya, nanti kita akan verifikasi, bahwa ketika kapal ini akan tenggelam, ini tidak ada alarm sama sekali. Kejadiannya begitu cepat, ya, dan tidak ada peringatan apa pun dari operator kapal terhadap seluruh penumpang yang ada di dalamnya sampai kapal ini tenggelam. Sehingga, ini ya mudah-mudahan saja kita berharap ada banyak korban selamat yang ditemukan," pungkasnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Komisi V DPR Kecelakaan Kapal Insiden Kapal Virgo Pengawasan Kementerian Perhubungan



























