Ilustrasi seorang petani memandang lahan pertanian yang mengering akibat perubahan iklim, suhu panas ekstrem (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Suhu permukaan laut global kembali mencetak rekor tertinggi sejak pencatatan dimulai. Kondisi ini terjadi ketika El Nino mulai menambah panas ke sistem iklim yang sebelumnya sudah mengalami pemanasan akibat aktivitas manusia.
Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa mencatat suhu permukaan laut global rata-rata harian mencapai 21,1 derajat Celsius pada Sabtu (22/8). Angka tersebut sedikit melampaui rekor sebelumnya, yakni 21,09 derajat Celsius yang tercatat pada 2024.
Rekor terbaru ini menjadi perhatian karena suhu laut tertinggi biasanya terjadi sekitar Maret dan April, setelah musim panas di Belahan Bumi Selatan. Kali ini, rekor justru muncul pada Agustus.
Samantha Burgess, strategic lead for climate di Copernicus, mengatakan rekor tersebut menjadi sinyal semakin beratnya tekanan yang dialami lautan.
“Rekor ini adalah sinyal jelas lainnya bahwa lautan berada di bawah tekanan yang semakin besar,” kata Burgess.
Menurutnya, El Nino memang menambah panas ke sistem iklim, tetapi fenomena tersebut terjadi di atas pemanasan yang telah berlangsung selama beberapa dekade akibat aktivitas manusia.
El Nino merupakan fase hangat dari pola iklim alami yang ditandai oleh meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah Pasifik.
Fenomena ini dapat meningkatkan suhu rata-rata global dan memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah. El Nino kali ini mulai berlangsung pada 11 Juni dan diperkirakan terus menguat dalam beberapa bulan mendatang.
Yang membuat kondisi saat ini semakin mengkhawatirkan adalah latar belakang pemanasan global yang terus berlangsung akibat emisi gas rumah kaca, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil.
Copernicus mencatat suhu permukaan laut rata-rata global pada Juni dan Juli 2026 juga mencapai rekor tertinggi untuk masing-masing bulan.
Dengan demikian, kenaikan suhu laut bukan hanya berkaitan dengan El Nino, tetapi juga merupakan bagian dari tren pemanasan jangka panjang.
Laut yang semakin panas membawa sejumlah konsekuensi. Kenaikan suhu laut dapat meningkatkan risiko gelombang panas laut, mempercepat kenaikan permukaan laut, serta memberikan tekanan lebih besar terhadap ekosistem seperti terumbu karang.
Perubahan suhu laut juga dapat mengganggu rantai makanan di laut dan berdampak pada masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sumber daya laut.
Selain itu, laut yang lebih hangat dapat memengaruhi sistem cuaca dan ikut memperkuat proses pemanasan global.
Copernicus menyebut kondisi tersebut menunjukkan bahwa lautan kini menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kekhawatiran semakin besar karena El Nino diperkirakan dapat berkembang menjadi salah satu episode terkuat dalam beberapa dekade terakhir.
Pusat Prediksi Iklim National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memperkirakan peluang lebih dari 90 persen terjadinya El Nino yang sangat kuat pada musim gugur dan musim dingin.
Met Office Inggris bahkan menyebut El Nino 2026 berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah pengamatan modern dan kemungkinan terkuat sejak abad ke-19.
Adam Scaife, kepala prakiraan jangka panjang Met Office, mengatakan sinyal El Nino dalam model prakiraan tahun ini berada pada tingkat yang belum pernah dilihatnya sebelumnya.
Meski demikian, El Nino yang kuat tidak otomatis berarti seluruh wilayah dunia akan mengalami cuaca ekstrem dengan tingkat keparahan yang sama. Dampaknya berbeda-beda berdasarkan wilayah dan karakteristik masing-masing episode El Nino.
Namun, semakin kuat fenomenanya, semakin besar pula potensi risikonya.
Rekor suhu permukaan laut terbaru memperlihatkan bagaimana fenomena alami seperti El Nino dapat memperkuat pemanasan yang sudah berlangsung akibat perubahan iklim.
Bagi para ilmuwan, kondisi ini bukan sekadar persoalan angka suhu. Laut menyerap sebagian besar kelebihan panas dalam sistem iklim, sehingga perubahan suhu laut menjadi salah satu indikator penting mengenai tekanan yang sedang dialami bumi.
Dengan El Nino yang masih berkembang, kondisi laut dan atmosfer dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi perhatian penting untuk melihat seberapa besar dampaknya terhadap cuaca, ekosistem laut, dan masyarakat di berbagai belahan dunia. (*)
Sumber: Live Science
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Suhu Laut Panas Ekstrem El Nino


























