Selasa, 11/08/2026 15:42 WIB

Trump Minta Ganti Rugi Akibat Perang Lawan Iran





Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya bakal menuntut ganti rugi konflik dari Iran sebagai bagian dari perundingan perdamaian.

Presiden AS Donald Trump (Foto: Dennis Schneidler-Imagn/Reuters)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pada Senin (10/8) bahwa pihaknya bakal menuntut ganti rugi konflik dari Iran sebagai bagian dari perundingan perdamaian.

Trump mengungkit rentetan serangan dan insiden pembunuhan selama bertahun-tahun yang dituding didukung atau dilakukan oleh Teheran.

Negosiasi untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz saat ini mandek, dan tuntutan baru dari Trump berisiko membuat kesepakatan cepat kian sulit dijangkau.

Pernyataan Trump tersebut merupakan respons langsung atas sikap keras Iran yang menjadikan pembayaran ganti rugi perang oleh AS sebagai syarat mutlak sebelum resolusi konflik dapat dicapai.

"Saya juga menuntut kompensasi dari Iran," ujar Trump, sembari menegaskan bahwa tuntutannya tidak hanya mencakup kerugian akibat perang saat ini, melainkan juga serangan Iran terhadap sasaran AS selama lebih dari dua dekade terakhir serta pembayaran bagi keluarga demonstran Iran yang tewas oleh otoritas setempat dalam kurun 50 tahun terakhir.

Dalam unggahan terpisah, Trump turut menegaskan bahwa Republik Islam Iran harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkannya di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza.

Mengulang pola yang kerap terjadi, Trump pekan lalu sempat mengancam akan menggempur Iran "sangat keras", termasuk potensi serangan ke infrastruktur sipil, sebelum akhirnya melunak dan mengisyaratkan bahwa kesepakatan damai sudah dekat.

Akhir pekan lalu, Trump mengaku mengambil pendekatan yang lebih tenang (low-key) dalam konflik ini, mengindikasikan kesiapannya untuk mengandalkan tekanan ekonomi alih-alih melancarkan serangan militer lanjutan.

Media digital Axios melaporkan bahwa Presiden AS tidak menunjukkan rasa frustrasi atas penundaan kesepakatan pembukaan Selat Hormuz oleh Iran dalam wawancara yang dipublikasikan pada Minggu.

Pihak Teheran sendiri mendesak agar AS terlebih dahulu menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mencabut sanksi atas industri minyaknya.

Di tengah perundingan yang belum membuahkan hasil, penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu lonjakan harga bahan bakar dan mengguncang perekonomian dunia, yang menambah tekanan politik bagi Trump menjelang pemilu sela (midterm elections) pada November mendatang.

Dalam unggahannya, Trump turut menyinggung insiden pengeboman kapal perang USS Cole pada tahun 2000, yang sebelumnya ia sebut "kemungkinan besar melibatkan" peran Iran.

Pada Senin, ia menegaskan bahwa berbagai tuntutan kompensasi tersebut bakal dimasukkan "secara tegas ke dalam setiap negosiasi masa depan" dengan pihak Iran.

KEYWORD :

Presiden AS Donald Trump Ganti Rugi Perang Negosiasi Iran AS




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :