Jum'at, 31/07/2026 23:17 WIB

Tiga Lembaga dan Eks Napiter Sukses Kelola Pertanian Sampai Peternakan





BNPT bersama Kemenimipas, Densus 88 AT dan PT Sang Hyang Seri serta eks napiter berhasil kelola pertanian hingga peternakan

BNPT bersama Kemenimipas, Densus 88 AT dan PT Sang Hyang Seri, Eks Napiter Berhasil Kelola Pertanian hingga Peternakan. (Foto: Jurnas/Ist).

Subang, Jurnas.com- Program deradikalisasi tidak berhenti pada pembinaan ideologi. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Densus 88 Anti Teror Polri, dan PT Sang Hyang Seri (SHS) berhasil mendorong Mitra Deradikalisasi atau mantan narapidana terorisme menjadi pelaku usaha produktif di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.

Keberhasilan kolaborasi tersebut ditunjukkan melalui panen hasil budidaya di kawasan Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (31/7). Program ini menjadi contoh bahwa pendekatan pemberdayaan ekonomi mampu memperkuat reintegrasi sosial sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan, pemberdayaan ekonomi merupakan tahap penting dalam proses deradikalisasi agar para mantan napiter memiliki kehidupan yang mandiri setelah kembali ke masyarakat.

"Program ini merupakan tindak lanjut deradikalisasi melalui reintegrasi sosial. Kami mengembangkan aspek kewirausahaan agar saudara-saudara kita yang pernah terpapar dapat kembali produktif dan diterima masyarakat," ujar Eddy.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama BNPT, Kemenimipas, Densus 88 AT Polri, dan PT Sang Hyang Seri yang secara berkelanjutan mendampingi Mitra Deradikalisasi sejak menjalani pembinaan hingga kembali ke lingkungan sosial.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menilai kawasan Sukamandi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pembinaan berbasis produktivitas.

Ia mengungkapkan, lahan seluas sekitar 3.200 hektare tersebut berpeluang menjadi lokasi Balai Latihan Kerja hingga lapas terbuka yang mendukung pembinaan warga binaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Adhi Cahyono Nugroho mengatakan kolaborasi tersebut dikembangkan melalui konsep circular farming yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan sehingga menjadi sarana pelatihan sekaligus sumber penghasilan bagi Mitra Deradikalisasi.

Dampak program tersebut dirasakan langsung oleh Didin Kamaludin, salah seorang Mitra Deradikalisasi. Selama empat tahun mengikuti program, usahanya berkembang dari budidaya padi menjadi peternakan domba dan budidaya lele.

"Alhamdulillah dari hasil budidaya padi, lele, dan domba kami bisa membantu perekonomian keluarga. Yang tidak kalah penting, kami juga mendapatkan pendampingan dan dukungan moral untuk membangun masa depan yang lebih baik," katanya.

Kolaborasi lintas kementerian, aparat penegak hukum, dan BUMN tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan program deradikalisasi tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan perubahan nyata melalui peningkatan kesejahteraan, kemandirian ekonomi, dan penerimaan kembali mantan napiter di tengah masyarakat.

KEYWORD :

Kepala BNPT Eddy Hartono peternakan domba Kolaborasi lintas kementerian




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :