Sabtu, 25/07/2026 15:35 WIB

Laut Merah Memanas, Saudi Serang Situs Militer Houthi





Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman melancarkan serangan terhadap situs-situs militer Houthi, pada Jumat (24/7) malam di kota pelabuhan barat Hodeidah

Gambar satelit menunjukkan kapal kargo berbendera Belize dan milik Inggris Rubymar, yang diserang oleh Houthi Yaman sebelum tenggelam, di Laut Merah, 1 Maret 2024. Handout via REUTERS

Sanaa, Jurnas.com - Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman melancarkan serangan udara terhadap situs-situs militer Houthi, pada Jumat (24/7) malam di kota pelabuhan barat Hodeidah, sebagai tanggapan atas serangan terhadap pelayaran yang terhubung dengan Arab Saudi di Laut Merah.

"Kami melakukan operasi respons militer yang proporsional terhadap target militer yang sah milik milisi teroris Houthi di provinsi Hodeidah," kata juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki Al-Malki di platform X, dikutip dari Arab News pada Sabtu (25/7).

Serangan tersebut terjadi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengancam akan menargetkan kapal-kapal Arab Saudi yang tidak mematuhi blokade laut, dan mengklaim serangan minggu ini terhadap dua kapal Saudi. Saudi mengonfirmasi salah satu dari serangan tersebut.

Sebuah sumber keamanan Yaman mengatakan kepada AFP bahwa pangkalan angkatan laut di Hodeidah dan kamp militer di Pulau Kamaran termasuk di antara target sasaran.

Kementerian Luar Negeri Yaman yang dikelola Houthi mengatakan pada hari Jumat bahwa serangan tersebut menandai dimulainya fase eskalasi dibalas eskalasi. Sejumlah warga melaporkan mendengar rentetan ledakan, termasuk di dekat pelabuhan.

Televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi menyebutkan dua orang terluka, yaitu seorang pekerja di kota Hodeidah dan seorang wanita di Pulau Kamaran.

Diketahui, Pelabuhan Hodeidah tidak dijadikan target dan bahwa semua pelabuhan Yaman, termasuk Hodeidah, Ras Issa, dan Salif, tetap terbuka untuk navigasi maritim serta menerima kapal-kapal komersial.

Gejolak terbaru ini terjadi saat gangguan pada pelayaran melalui Selat Hormuz telah meningkatkan pentingnya rute Laut Merah bagi Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia.

Pada April dan Mei, seluruh ekspor minyak mentah melalui jalur laut Arab Saudi berangkat dari pelabuhan Laut Merah di Yanbu. Pelabuhan tersebut menyumbang 92 persen dari ekspor minyak mentah jalur laut pada Juni dan 78 persen sejauh ini.

KEYWORD :

Arab Saudi Kelompok Houthi Perang Saudi vs Yaman Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :