Pemilik OGC Nice, Sir Jim Ratcliffe (Foto: talkSPORT)
Paris, Jurnas.com - Tidak ada satu pun pemain OGC Nice yang posisinya aman saat ini, seiring ambisi sang pemilik, Jim Ratcliffe, untuk mengumpulkan kembali dana transfer pada musim panas ini.
Klub Ligue 1 yang berada di bawah naungan INEOS tersebut musim lalu nyaris terdegradasi dan baru bisa bernapas lega setelah susah payah menaklukkan tim kasta kedua, Saint-Etienne, di babak play-off promosi-degradasi.
Padahal, hanya berselang setahun sebelumnya, skuat ini tampil gemilang dengan finis di peringkat keempat klasemen Ligue 1 sekaligus menyegel tiket ke babak kualifikasi Liga Champions.
Penurunan drastis tersebut tidak lepas dari musim yang penuh bencana bagi Nice, baik di dalam maupun di luar lapangan. Konflik tajam antara kelompok suporter Ultras dan para pemain memicu kehancuran kampanye tim.
Harian olahraga Prancis, L`Equipe, melaporkan bahwa tim asal Cote d`Azur ini kini dituntut untuk meraup pendapatan sebesar £34 juta dari penjualan pemain demi menyuntikkan dana segar ke anggaran belanja mereka pada bursa transfer kali ini.
Pemecatan Amorim Dipicu Kritik pada Manajemen MU
Situasi pelik ini tak ayal menjadi tantangan luar biasa berat bagi direktur olahraga anyar mereka, Roger Ricort, yang baru saja resmi mengemban jabatannya pada pekan ini.
Fokus utama klub kini sepenuhnya tertuju pada pemain yang bisa dilepas sebelum musim baru bergulir. Karenanya, tidak ada satupun pemain di dalam skuat saat ini yang berstatus kebal dari daftar jual, sejalan dengan langkah klub untuk memperketat pengeluaran finansial.
MU Uji Reaksi Fans soal Harga Tiket Stadion Baru
Ketidakpastian juga masih terus menyelimuti stadion Allianz Riviera menyusul niat Ratcliffe untuk melepas kepemilikannya atas klub tersebut.
Sang miliarder asal Inggris itu sebenarnya sempat merasa telah menemukan pembeli potensial pada bulan lalu, namun kesepakatan dengan sebuah grup investasi asal Amerika Serikat justru kandas di menit-menit akhir.
Ratcliffe kini diketahui telah mengalihkan fokus utamanya untuk membangkitkan performa Manchester United yang tengah bersiap menyambut kompetisi Liga Champions musim depan.
Imbasnya, masa depan Nice terlihat semakin suram mengingat mereka sangat membutuhkan suntikan investasi serius untuk menghindari terulangnya musim bencana seperti sebelumnya.
Beruntung bagi skuad Les Aiglons, mereka masih memiliki sejumlah aset berharga yang bisa menghasilkan pemasukan finansial besar jika ada klub peminat yang berani mengajukan tawaran nyata.
Ujung tombak asal Nigeria yang tengah mencari jalan keluar, Terem Moffi, diprediksi akan menarik minat banyak klub setelah menghabiskan paruh kedua musim lalu sebagai pemain pinjaman di FC Porto.
Gelandang potensial, Sofiane Diop, juga menjadi nama lain yang diyakini bakal memancing ketertarikan di bursa transfer musim panas ini.
Mengingat keduanya termasuk dalam daftar pemain dengan gaji tertinggi di Nice, mereka kemungkinan besar akan menjadi target utama yang akan didepak pertama kali.
Selain itu, bek Melvin Bard dan penyerang Mohamed Ali-Cho juga masuk dalam opsi penjualan yang berpotensi menghasilkan dana segar dalam jumlah substansial. Mantan gelandang Aston Villa, Morgan Sanson, bersama dengan Antoine Mendy turut diprediksi akan segera angkat koper mencari pelabuhan baru.
Di sisi lain, jajaran manajemen Nice kini dituntut untuk segera mencari sosok pemimpin baru di dalam skuad setelah mereka ditinggal pergi oleh kapten legendaris, Dante, pada akhir musim lalu.
Keterpurukan performa klub belakangan ini juga diyakini bermuara pada anjloknya nilai hak siar televisi Ligue 1 serta blunder fatal saat melepas sejumlah pemain pilar seperti Evann Guessand, Marcin Bulka, Badredine Bouanani, dan Pablo Rosario tanpa mendatangkan sosok pengganti yang sepadan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Jim Ratcliffe OGC Nice Bursa Transfer Ligue 1
























