Ilustrasi - memberikan sedekah (Foto: Ist/Terasmuslim.com)
Jakarta, Jurnas.com - Bersedekah kepada orang yang membutuhkan merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam.
Namun, bagaimana jika orang yang menerima bantuan justru adalah seseorang yang tidak menyukai, menyakiti, atau bahkan memusuhi kita?
Pertanyaan tersebut ternyata telah dijawab oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis yang sarat makna.
5 Sahabat Rasullah Terkaya dan Paling Dermawan
Rasulullah bersabda:
أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ عَلَى ذِي الرَّحِمِ الْكَاشِحِ
"Sedekah yang paling utama adalah kepada kerabat yang memusuhimu." (HR. Bihar al-Anwar, Jilid 71, hlm. 103)
Pesan ini mengandung nilai kemanusiaan yang mendalam. Sebab, membantu orang yang dicintai atau memiliki hubungan baik mungkin terasa mudah.
Namun, memberikan bantuan kepada seseorang yang pernah menyakiti hati, terlebih masih memiliki hubungan keluarga, merupakan ujian yang tidak ringan.
Dalam kehidupan sehari-hari, konflik keluarga bukanlah hal yang asing. Perbedaan pendapat, masalah warisan, kesalahpahaman, hingga persaingan antarkerabat kerap menimbulkan jarak dan permusuhan yang berlangsung bertahun-tahun.
Ketika hubungan memburuk, banyak orang memilih menjaga jarak. Bahkan tidak sedikit yang enggan membantu saat kerabat yang bermasalah sedang mengalami kesulitan.
Di sinilah letak keistimewaan pesan Rasulullah. Bersedekah kepada kerabat yang memusuhi bukan sekadar memberi bantuan materi, melainkan bentuk kemenangan atas ego, amarah, dan dendam yang ada dalam diri.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Rasulullah SAW Ibadah Sedekah Kerabat Dekat


















