Ilustrasi bulan Muharram (Foto: YPSA)
Jakarta, Jurnas.com - Memasuki awal tahun baru Hijriah, perhatian umat Muslim tertuju pada bulan Muharram. Di antara 12 bulan dalam kalender Islam, Muharram memiliki keistimewaan yang sangat spesifik dan agung, yakni julukan sebagai Syahrullah yang berarti "Bulan Allah".
Julukan ini bukan sekadar nama, melainkan bersumber langsung dari lisan mulia Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, Nabi SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (Syahrullah), yaitu Muharram."
Namun, mengapa hanya Muharram yang disematkan label khusus sebagai Bulan Allah? Melansir penjelasan para ulama, berikut ini rahasia di balik penamaan mulia tersebut:
1. Bentuk Pengagungan Spesifik (Tasyrif)
Dalam kaidah bahasa Arab, penyandaran sebuah kata kepada lafal "Allah" (Idhafah ilallah) berfungsi untuk kemuliaan dan pengagungan (tasyrif). Sama halnya ketika kita menyebut Kakbah sebagai Baitullah (Rumah Allah) atau Nabi Isa AS sebagai Ruhullah (Ruh dari Allah).
Menurut Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali, penyematan nama Allah pada bulan Muharram menunjukkan bahwa bulan ini memiliki derajat kesucian yang sangat tinggi di sisi-Nya, yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya.
2. Bulan yang Membuka Kalender Islam
Muharram adalah gerbang pembuka tahun baru dalam Islam. Menjadikannya sebagai Syahrullah seakan menjadi pengingat bagi setiap hamba untuk mengawali lembaran tahun yang baru dengan ibadah, kesucian, dan ketaatan total kepada Allah SWT. Bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) atas raprapan amal di tahun yang lalu.
3. Salah Satu dari Empat Bulan Suci yang Paling Utama
Allah SWT telah menetapkan empat bulan haram (bulan yang disucikan dan dilarang melakukan peperangan/kezaliman), yaitu Dzulqa`dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Di antara keempat bulan suci tersebut, sebagian besar ulama—termasuk Imam Al-Hasan Al-Bashri—berpendapat bahwa Muharram adalah bulan haram yang paling utama. Maka sangat logis jika kepemimpinan bulan-bulan suci ini dianugerahi gelar Syahrullah.
4. Nama Langsung dari Allah SWT
Rahasia menarik lainnya diungkapkan oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Beliau menjelaskan bahwa nama "Muharram" merupakan nama Islami yang diturunkan langsung oleh Allah SWT.
Pada masa jahiliyah sebelum Islam datang, masyarakat Arab tidak menyebut bulan ini dengan nama Muharram, melainkan Safar Al-Awwal (bulan Safar yang pertama). Ketika Islam datang, Allah mengganti nama kuno tersebut menjadi Muharram dan menyandarkannya kepada nama-Nya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Bulan Muharram Muharram Syahrullah Bulan Allah






















