Pasukan Perdamaian Sementara PBB (UNIFIL).
Jakarta, Jurnas.com - Dua anggota Pasukan Perdamaian Sementara PBB (UNIFIL) asal Indonesia kembali gugur akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik pasukan perdamaian itu di Lebanon, Senin (30/3).
Kabar ini dikonfirmasi oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix, dalam pernyataannya di Markas Besar PBB di New York, dikutip di Jakarta, Selasa (31/3).
"Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur," kata Lacroix.
Dia menjelaskan insiden itu terjadi sehari setelah seorang anggota pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia gugur ketika sebuah proyektil menghantam dan meledak di pangkalan misi Ett Taibe.
Satu anggota lain pasukan itu terluka parah dan dibawa ke rumah sakit di Beirut.
Lacroix menyampaikan ungkapan belasungkawa terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur serta kepada Pemerintah Indonesia. Dia pun berharap agar mereka yang terluka segera pulih.
"UNIFIL sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan keadaan dari perkembangan tragis itu," katanya.
Lacroix menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB tetap berada di lapangan dan melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan di tengah kondisi yang sangat berbahaya itu.
Diberitakan sebelumnya, satu prajurit TNI gugur dalam serangan di Lebanon. Informasi tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui platform X pada Senin (30/3).
"Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL)," tulis Kemlu di akun X.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Personel TNI Pasukan UNIFIL Serangan Israel
























