Selasa, 31/03/2026 12:52 WIB

Daftar Ulama yang Wafat di Bulan Syawal, Siapa Saja?





Tahukah Anda bahwa Imam Bukhari mengembuskan napas terakhirnya tepat di malam Idul Fitri? Bulan Syawal menjadi saksi bisu berpulangnya para ulama besar.

Ilustrasi Imam Bukhari.

Jakarta, Jurnas.com - Bulan Syawal sering kali dimaknai sebagai bulan kemenangan dan kembalinya fitrah bagi umat Islam.

Namun, dalam catatan sejarah peradaban, Syawal juga menjadi momentum perpisahan bagi dunia Islam dengan tokoh-tokoh besar, mulai dari sang ahli hadis legendaris hingga pemimpin kekhalifahan yang berpengaruh.

Kepergian para tokoh ini meninggalkan warisan intelektual dan sejarah yang tetap hidup melintasi zaman.

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini daftar ulama dan tokoh besar yang mengembuskan napas terakhirnya di bulan Syawal:

1. Imam Bukhari (194 H – 256 H)

Dunia Islam kehilangan permata terbesarnya dalam bidang hadis pada malam Idul Fitri, tepatnya pada malam 1 Syawal 256 Hijriah.

Abu Abdullah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, atau yang dikenal sebagai Imam Bukhari, wafat dalam usia 62 tahun di Khartank, sebuah desa kecil dekat Samarkand.

Penyusun kitab Shahih Bukhari ini wafat setelah menjalani masa pengasingan akibat fitnah dan tekanan politik di masa tuanya.

Ironisnya, sosok yang menghabiskan hidupnya melakukan perjalanan ribuan kilometer demi memverifikasi ucapan Nabi Muhammad SAW ini, berpulang tepat saat umat Islam merayakan hari kemenangan.

Jenazahnya dimakamkan di Khartank, yang hingga kini menjadi situs ziarah bagi para pencinta ilmu hadis dari seluruh penjuru dunia.

2. Syekh Hasan al-Masyath (1317 H – 1399 H)

Melompat ke abad modern, Syawal juga menjadi saksi wafatnya salah satu ulama besar asal Makkah, Syekh Hasan bin Muhammad al-Masyath.

Beliau merupakan ulama kharismatik yang dikenal sebagai "Guru dari para Guru" di Madrasah al-Shaulatiyah, Makkah.

Beliau wafat pada tanggal 7 Syawal 1399 Hijriah. Syekh Hasan al-Masyath dikenal luas karena dedikasinya dalam mengajar berbagai disiplin ilmu, mulai dari fikih, ushul fikih, hingga hadis.

Karya-karyanya, seperti Is’af al-Muhtaj, hingga kini masih menjadi rujukan utama di berbagai pesantren dan madrasah, termasuk di Indonesia.

Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi dunia pendidikan Islam di tanah suci.

3. Khalifah Al-Muqtadir (282 H – 320 H)

Tak hanya dari kalangan ulama, bulan Syawal juga mencatat peristiwa besar dalam sejarah kepemimpinan Islam.

Khalifah Al-Muqtadir Billah, khalifah ke-18 dari Dinasti Abbasiyah di Baghdad, wafat pada bulan Syawal tahun 320 Hijriah.

Masa kepemimpinan Al-Muqtadir merupakan periode yang penuh dengan dinamika politik.

Beliau naik takhta dalam usia yang sangat muda (13 tahun) dan memimpin selama 25 tahun—salah satu masa jabatan terpanjang di dinasti tersebut.

Al-Muqtadir wafat dalam sebuah pertempuran melawan pasukannya sendiri yang memberontak di bawah pimpinan panglima Mu`nis al-Muzaffar.

Wafatnya sang khalifah di bulan Syawal menjadi salah satu titik balik penting dalam melemahnya otoritas sentral Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad.

KEYWORD :

Ulama Wafat Bulan Syawal Sejarah Islam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :