Jum'at, 27/03/2026 21:45 WIB

Masa Angkutan Lebaran, Lapangan PTP Nonpetikemas Terisi 40 Persen





TP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok menyiapkan buffer area sebagai kantong parkir sementara apabila terjadi lonjakan kendaraan.

PTP Nonpetikemas menyampaikan tingkat keterisian lapangan sekitar 40 persen selama masa Angkutan Lebaran 1447 H/2026. Foto: dok. jurnas

JAKARTA, Jurnas.com – Sepanjang periode angkutan Lebaran 1447 H/2026, tingkat keterisian lapangan atau Yard Occupancy Ratio (YOR) PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) tercatat sekitar 40 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata kondisi normal yang berada di kisaran 50 persen. Adapun batas maksimal YOR sebesar 65 persen, sehingga terminal masih memiliki ruang yang cukup untuk menampung arus kargo.

Saat ini, Jumat (27/3/2026), aktivitas di lapangan terpantau normal dengan 16 kapal sandar yang didominasi komoditas crude palm oil (CPO) dan general cargo untuk rute oceangoing.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Budi Utoyo, menyampaikan bahwa secara umum kondisi operasional di terminal masih terkendali dan siap melayani arus logistik selama periode angkutan Lebaran.

“Dengan kondisi yard yang masih berada di level aman serta dukungan fasilitas operasional yang tersedia, kami optimistis aktivitas bongkar muat di Terminal Tanjung Priok tetap berjalan lancar. Koordinasi dengan seluruh stakeholder pelabuhan juga terus kami perkuat untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal,” ujar Budi.

Untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok juga menyiapkan buffer area sebagai kantong parkir sementara apabila terjadi lonjakan kendaraan. Fasilitas tersebut tersedia di lahan seluas sekitar 2 hektare di Inggom serta tambahan sekitar 3 hektare di wilayah regional.

Selain itu, kesiapan gate operasional dan sistem terminal terus dipantau sebagai bagian dari langkah mitigasi apabila terjadi peningkatan arus kendaraan yang masuk maupun keluar dari area pelabuhan. Pelindo Regional 2 bersama PTP Nonpetikemas dan entitas Pelindo Grup yang beroperasi di Tanjung Priok juga membentuk Command Centre Bersama sebagai pusat koordinasi operasional guna memastikan kelancaran aktivitas pelabuhan dan distribusi logistik tetap terjaga.

Sejumlah langkah antisipatif juga telah dilakukan sejak awal Ramadan. Pada minggu pertama Ramadan, PTP Nonpetikemas melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan pelabuhan, termasuk perusahaan pelayaran, pelanggan, dan perusahaan ekspedisi, untuk mengatur jadwal kegiatan bongkar muat agar tidak terjadi penumpukan di terminal selama masa pembatasan angkutan barang.

PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok menangani beragam komoditas, mulai dari curah kering, curah cair, hingga general cargo. Untuk curah kering, komoditas yang dilayani antara lain pasir, semen, gula, sulfur, dan garam. Pada curah cair, layanan meliputi CPO, RBD Olein, RBD Stearin, hingga PFAD (Palm Fatty Acid Distillate). Adapun untuk general cargo, komoditas yang ditangani mencakup gypsum, scrap iron, plywood, coil, kendaraan, heavy equipment, produk baja, dan lainnya.

KEYWORD :

PTP Nonpetikemas Tingkat keterisian lapangan Budi Utoyo




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :