Selasa, 05/07/2022 17:27 WIB

PB IKAPMII Himbau Pemerintah Potong Ruang Gerak Jaringan Aktor HTI

Zaini mengajukan ide alternatif bagi pemerintah selain melakukan pembubaran

Zaini Rahman

Jakarta - Ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA-PMII) Zaini Rahman menyatakan dukungannya atas opsi pemerintah membubarkan organisasi pengusung ideologi Khilafah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). HTI, dalam pandangannya, merupakan paham yang bertolak belakang dengan konsensus politik para pendiri bangsa yang telah ditetapkan sebagai ideologi negara, yakni Pancasila.

Kendati demikian, Zaini mengajukan ide alternatif bagi pemerintah selain melakukan pembubaran. Ia menitikberatkan pada upaya pencegahan bagi peran pentolan HTI menyebarkan pengaruhnya di masyarakat.    

"Kami menghimbau pemerintah lebih persuasif dan fokus pada usaha memotong ruang gerak jaringan para aktor HTI yang selama ini menebarkan ideologinya," ujar Zaini kepada Jurnas.com di Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Zaini menyampaikan selama ini pemerintah terlalu mengentengkan keberadaan HTI eksis di Indonesia. Padahal, kata dia, secara perlahan mereka melakukan perluasan pengaruh.

Zaini mengungkapkan HTI di Indonesia memperlihatkan gejala pengorganisasian yang semakin mapan. Menurutnya, aktor inteletual HTI bahkan mampu membangun jaringan hingga ke level birokrasi pemerintahan.

"Ini yang sebenarnya perlu mendapatkan perhatian. Karena mereka terus berdiaspora dan melakukan kaderisasi di berbagai aspek sambil lalu melakukan ideologisasi," ucapnya.

Bagi Zaini, sia-sia bagi pemerintah melakukan pembubaran organisasi HTI jika tetap membiarkan para aktor intelektual mereka bebas menjalankan operasi perluasan pengaruhnya. Karena itu, ia menyarankan pembubaran organisasi HTI mesti disertai upaya mempersempit gerakan para dedengkotnya.    

"Negara harus secara total memutus network, kaderisasi dan seluruh kerja-kerja ideologisasi mereka. Sebenarnya, kalo boleh saya katakan negara kita sudah lambat mengantisipasi mereka. Padahal, di negara-negara lain, HTI sudah sejak awal dilarang. Inilah kesempatan yang tepat," jelasnya.

TAGS : PB IKAPMII Zaini Rahman HTI




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :