Kamis, 16/05/2024 21:30 WIB

Datangi KPU, Jaringan Rakyat Kota Jakarta Tolak Pemilu Curang

Pemilu 2024 yang merupakan pesta demokrasi rakyat diharapkan berlangsung dengan sejuk dan damai. 

Aktivis 98 Frans Immanuel T Saragih berorasi di depan kantor KPU RI, menuntut Pemilu damai dan tolak Pemilu curang, Selasa (13/2/2024). Foto: dok. jurnas

JAKARTA, Jurnas.com – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Kota Jakarta (JRKJ) mendatangi kantor pusat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2024).

Mereka menolak Pemilihan Umum (Pemilu) curang dan meminta agar penyelenggara Pemilu tersebut menjamin terlaksananya Pemilu damai.

Koordinator lapangan (Korlap) Aksi, Asep Firdaus mengatakan, Tanggal 14 Februari besok, seluruh rakyat Indonesia akan berbondong-bondong menunju TPS untuk memberikan suaranya kepada DPR, DRPD, DPD, dan Pilpres.

“Pemilu 2024 yang merupakan pesta demokrasi rakyat diharapkan berlangsung dengan sejuk dan damai. Namun harapan tersebut dibayang-bayangi oleh akan terjadinya kecurangan dalam pemilu 2024,” kata Asep Firdaus.

Asep mengatakan, bayang-bayang kecurangan itu sudah terlihat sejak tahapan pemilu dimulai dari pendataan pemilih, dimana ditemukan 50 juta data pemilih fiktif. Kemudian diubahnya peraturan syarat umur maju sebagai capres dan cawapres oleh Mahkamah Konstritusi (MK) yang terbukti melanggar etik hakim konstitusi.

“Ada juga tendensi ketidaknetralan TNI/Polri serta kepada daerah, keberpihakan presiden RI kepada salah satu calon, dan terakhir adalah terjadinya pelanggaran kode etik ketua KPU dalam proses penerimaan cawapres Gibran,” katanya.

Bayang-bayang ini, lanjut Asep, mengarah kepada kekhawatiran sejumlah pihak terhadap berjalannya pemilu secara curang sehingga berpotensi menimbulkan chaos.

Untuk itu JRKJ menyerukan agar menghentikan segala bentuk upaya tendensi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu 2024. “Karena kecurangan dalam pemilu adalah kematian bagi demokrasi di Indonesia,” tegas Asep.

JRKJ juga meminta Presiden Joko Widodo untuk dapat memastikan bahwa pemilu 2024 akan berlangsung Jujur dan Adil.

“Kepada seluruh rakyat Indonesia untuk ikut berperan aktif memastikan pemilu 2024 berjalan tanpa kecurangan dengan ikut mengawasi dan mengawal suara dari mulai TPS, Kelurahan, Kecamatan, KPUD sampai tingkat KPU RI,” kata Asep.

Di tempat yang sama, aktivis 98, Frans Immanuel T Saragih dalam orasinya menegaskan bahwa para aktivis yang datang ke kantor KPU hari ini karena mencintai kedamaian dan membenci Pemilu yang curang.

“Kita datang aksi ini karena cinta kedamaian. Kita benci Pemilu curang,” tegas aktivis 98 yang kini maju sebagai Caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai NasDem untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta Pusat tersebut.

Frans mengingatkan KPU agar melaksanakan Pemilu yang jujur dan adil. “Kami datang ke sini dengan keringat cinta damai untuk menolak Pemilu Curang. KPU jangan melukai perasaan rakyat Indonesia,” tegasnya.

KEYWORD :

JRKJ Aktivis 98 KPU Pemilu damai




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :