Jum'at, 17/04/2026 05:14 WIB

Kominfo: Desa Wisata Perlu Promosi dan Publikasi Digital





DIY tidak hanya dikenal lewat kekayaan budaya yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, tetapi juga memiliki banyak desa wisata yang menawarkan pengalaman menarik.

Webinar GenPosting (Generasi Positive Thinking) bertema Optimalisasi Promosi dan Publikasi Digital Potensi Desa yang digelar Kementerian Kominfo di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (26/7/2023). Foto: dok. jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Pemerintah terus berupaya mempromosikan pariwisata dalam negeri salah satunya melalui pengembangan program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan untuk fokus dalam pengembangan lima Destinasi Super Prioritas, salah satunya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal ini mengemuka dalam webinar GenPosting (Generasi Positive Thinking) bertema “Optimalisasi Promosi dan Publikasi Digital Potensi Desa” yang digelar Kementerian Kominfo di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (26/7/2023).

“Salah satu caranya dengan mempromosikan potensi yang ada di daerah, seperti promosi desa wisata,” ujar Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary melalui keterangan tertulis yang diterima jurnas.com di Jakarta, Minggu (2/7/2023).

DIY tidak hanya dikenal lewat kekayaan budaya yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, tetapi juga memiliki banyak desa wisata yang menawarkan pengalaman menarik dan interaksi dengan tiap keunikan yang ditawarkan masing-masing wilayah.

Untuk itu, tambah Septriana, perlu disertai dengan promosi yang optimal dengan ragam aktivitas wisata dan nilai-nilai budaya setempat agar menjadi daya tarik wisatawan agar merasa betah dan tertarik berkunjung kembali.

Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, menekankan soal pentingnya kolaborasi dari para desa atau kampung wisata sehingga bisa saling melengkapi satu sama lain.

“Kita punya kampung wisata, namun saat ini fokusnya adalah bagaimana menjadi kawasan yang tidak berdiri sendiri. Ketika kita menjahitnya, maka wisatawan bisa seharian menghabiskan waktu dengan pengalaman yang berbeda-beda,” ujar GKR Bendara.

Desa-desa dan kampung wisata yang ada di Yogyakarta, menurut GKR Bendara masih lebih fokus di daerah masing-masing dan kurang bersinkronisasi dengan lainnya.

“Jangan lihat apa yang tidak dipunya, tetapi kita lihat potensi apa yang dimiliki. Karena apa yang terlihat biasa dilihat sehari-hari, bisa menjadi potensi dan keunikan yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya,” tambah GKR Bendara.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di sisi lain juga mendukung pengembangan desa wisata di Indonesia lewat Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Salah satu aspek penilaiannya adalah dari segi digital dan kreatif, yang mempromosikan desa wisata lewat berbagai platform digital.

“Konten yang menarik, informatif, dan tentang paket wisata yang bisa diakses oleh wisatawan, dan tentunya konten itu harus bisa memberikan berbagai informasi tentang jenis wisata baik alam, budaya, buatan, sehingga wisatawan sebelum datang sudah tahu terlebih dahulu, apa saja yang bisa dieksplor,” ujar Koordinator Perancangan Destinasi, Direktorat Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Endah Ruswanti.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie, di sisi lain menekankan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan oleh para pengelola desa wisata di Yogyakarta.

“Ada 3 hal yang jadi poin penting dari desa wisata. Yaitu unique selling point, tiap desa wisata pasti ada, namun memang harus sabar dan jangan duplikasi. Lalu, produk dan pengalaman yang berkualitas, juga tak kalah penting adalah sustainable tourism, yakni keberlangsungan dari pembangunan desa wisata yang akan sangat berpengaruh ke masyarakat sekitarnya,” ujar Bobby.

Publikasi dan promosi desa wisata, tentunya membutuhkan keterlibatan dari media dan jurnalis untuk memperkenalkan ke khalayak luas. Untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia, ada pelatihan penulisan jurnalistik digital oleh Direktur Jaringan Media Desa Nusantara, Tuty Purwaningsih.

Kegiatan juga diakhiri dengan pelatihan content creation oleh Direktur CyberMedia Center, Ardian Elkana.

KEYWORD :

GenPosting Kominfo Desa Wisata DIY




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :