Kamis, 08/12/2022 06:40 WIB

Seleksi Masuk PTN Berubah, Tiga Hal Ini Perlu Dipersiapkan!

Seleksi Masuk PTN Berubah, Tiga Hal Ini Perlu Dipersiapkan!

Ilustrasi tes SNMPTN (Foto: Ist/Zenius)

Jakarta, Jurnas.com - Seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) mengalami perubahan, setelah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim memberlakukan aturan baru.

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan mengacu pada rata-rata nilai rapor dan minat dan bakat siswa. Kemdikbudristek juga menghapus Tes Potensi Akademik (TPA) pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Adapun untuk Ujian Mandiri, pemerintah meminta untuk PTN transparan untuk kuota penerimaan, metode ujian, dan besaran biaya masuk.

Untuk menghadapi regulasi baru ini, ada baiknya mempersiapkan tiga hal di bawah ini, sebelum menghadapi seleksi masuk PTN. Apa saja?

1. Mempersiapkan siswa untuk belajar secara menyeluruh

Untuk SNMPTN yang menggunakan perhitungan minimal 50 persen nilai rapor seluruh mata pelajaran dan maksimal 50 persen komponen penggali minat bakat, siswa harus lebih terdorong untuk berprestasi di seluruh mata pelajaran. Karena itu, siswa tidak boleh unggul hanya pada beberapa mata pelajaran tertentu.

Justru, kesempatan ini dapat digunakan bagi siswa untuk mempelajari bidang-bidang sesuai passion yang selama ini tidak menjadi mata pelajaran utama, termasuk mata pelajaran yang berkaitan dengan kesenian, olahraga, dan lain-lain.

2. Mempersiapkan siswa mengasah kemampuan bernalar yang baik

Pelaksanaan SBMPTN ke depan juga akan berfokus pada kemampuan penalaran dan pemecahan masalah (tes skolastik), yang terdiri dari potensi kognitif, penalaran matematika, literasi Bahasa Indonesia, dan literasi Bahasa Inggris.

Untuk itu, siswa tidak lagi dibebankan pada kemampuan untuk menghafal materi atau rumus. Namun, siswa dihadapkan pada permasalahan baru yang menuntut kemampuan bernalar siswa untuk menerapkan rumus atau konsep sebuah pelajaran ke dalam sebuah masalah.

3. Mempersiapkan guru dan sekolah membuat materi yang sesuai

Sebagai para pendidik, guru kini tidak lagi harus mengejar standar nilai. Namun, mereka harus bisa melatih peserta didiknya untuk bernalar dalam memecahkan masalah, bukan hanya sekadar menghafal materi atau rumus pelajaran. Salah satunya melalui soal-soal TPS, yang sangat berguna untuk latihan para siswa.

Di sini lah peranan platform edukasi bisa membantu guru dan sekolah dalam mempersiapkan materi-materi yang dibutuhkan untuk mengakomodir kebutuhan siswa.

Platform edukasi seperti Zenius, memiliki ratusan ribu soal TPS yang bisa digunakan sekolah atau guru untuk meningkatkan potensi skolastik para siswa mereka. Sejak 2004, Zenius selalu menekankan pada pemahaman konsep dan pemahaman fundamental dalam menyampaikan materi pelajaran.

Merespon kebijakan masuk PTN yang baru, Founder dan Chief Education Officer Zenius, Sabda PS, mengatakan siswa akan memiliki tantangan yang lebih besar untuk masuk PTN, karena siswa jadi memiliki banyak pilihan untuk memilih jalur untuk masuk perguruan tinggi idaman mereka.

"Untuk UTBK misalnya, dari sisi siswa, memang terlihat lebih mudah karena tidak terlalu banyak mata pelajaran yang harus dipelajari. Tapi ini akan menjadi tantangan tersendiri, karena TPS dianggap mudah bagi kebanyakan siswa, UTBK tahun depan akan menjadi lebih sulit atau lebih kompetitif. Untuk itu, siswa tetap harus mempersiapkan UTBK dengan maksimal," ujar Sabda kepada awak media pada Selasa (27/9).

Khusus bagi para siswa, lanjut Sabda, Zenius juga telah mengembangkan cara belajar adaptif melalui fitur ZenCore. Di sini, setiap siswa dapat melatih kemampuan fundamental di tiga bidang yaitu Matematika, Bahasa Inggris, dan logika verbal, yang disesuaikan dengan level kemampuan masing-masing.

"Mari sambut transformasi pendidikan dengan semangat dan cara belajar yang baru," tutup dia.

TAGS : Seleksi Masuk PTN Zenius Sabda PS Perguruan Tinggi Negeri




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :