Kapal induk berbendera Kepulauan Marshall Star Helena meninggalkan pelabuhan laut di Chornomorsk setelah memulai kembali ekspor biji-bijian pada 7 Agustus 2022, di tengah serangan Rusia ke Ukraina. (Foto: Reuters/Serhii Smolientsev)
JAKARTA, Jurnas.com - Empat kapal yang membawa makanan Ukraina berlayar dari pelabuhan Laut Hitam pada Minggu (7/8). Ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk membuka blokir ekspor laut negara itu.
"Empat kapal curah memuat hampir 170.000 ton jagung dan makanan lainnya," kata otoritas pelabuhan laut Ukraina di Facebook.
Dimulainya kembali ekspor biji-bijian diawasi oleh Pusat Koordinasi Gabungan (JCC) di Istanbul di mana personel Rusia, Ukraina, Turki, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bekerja.
PBB dan Turki menengahi kesepakatan itu bulan lalu. PBB telah memperingatkan kemungkinan wabah kelaparan di beberapa bagian dunia karena penghentian pengiriman biji-bijian dari Ukraina yang menekan pasokan dan membuat harga melonjak.
Menteri Infrastruktur Oleksandr Kubrakov mengatakan, kapal berbendera asing tiba di Ukraina untuk pertama kalinya sejak perang dimulai pada Februari untuk memuat gandum pada Sabtu (6/8).
"Kami secara bertahap beralih ke volume pekerjaan yang lebih besar. Kami berencana untuk memastikan kemampuan pelabuhan untuk menangani setidaknya 100 kapal per bulan dalam waktu dekat," katanya di Facebook, Minggu (7/8).
Ia mengatakan Ukraina segera berencana untuk menggunakan pelabuhan Pivdennyi dalam pelaksanaan inisiatif ekspor gandum. Ia mengharapkan bahwa sebagai hasilnya, Ukraina akan dapat mengirimkan setidaknya 3 juta ton barang per bulan.
Sebelum invasi Rusia ke Ukraina, Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang hampir sepertiga dari ekspor gandum global. Rusia menyebut invasinya ke Ukraina sebagai "operasi militer khusus".
JCC mengatakan pada Sabtu malam bahwa pihaknya telah mengizinkan keberangkatan lima kapal baru melalui koridor Laut Hitam: Empat kapal keluar dari Chornomorsk dan Odesa membawa 161.084 metrik ton makanan, dan satu masuk.
Kapal-kapal yang telah meninggalkan pelabuhan Ukraina termasuk Glory, dengan muatan 66.000 ton jagung menuju Istanbul, dan Riva Wind, dimuat dengan 44.000 ton jagung, menuju Iskenderun Turki, kata kementerian pertahanan Turki.
Dikatakan dua kapal lainnya yang telah meninggalkan Ukraina adalah Star Helena, dengan muatan 45.000 ton makanan menuju ke China, dan Mustafa Necati, membawa 6.000 ton minyak bunga matahari dan menuju Italia.
JCC juga mengatakan sudah mendekati finalisasi prosedur pengiriman untuk mengatur operasi guna mendukung implementasi kesepakatan gandum. Prosedur itu diharapkan akan diterbitkan awal pekan ini, katanya. Empat kapal pertama meninggalkan Ukraina pekan lalu berdasarkan perjanjian.
JCC mengatakan pihaknya juga telah mengizinkan pergerakan, sambil menunggu pemeriksaan, dari Osprey S, menuju Chornomorsk. Kapal itu saat ini berlabuh di barat laut Istanbul dan akan diperiksa pada hari Minggu.
Pada hari Sabtu, JCC menyelesaikan pemeriksaan Navistar, yang telah diizinkan untuk berlayar. Tim inspeksi gabungannya akan melanjutkan inspeksi pada Minggu pagi terhadap dua kapal tersisa yang meninggalkan pelabuhan Ukraina pada Jumat.
Kapal pertama yang meninggalkan pelabuhan Ukraina di bawah kesepakatan itu tidak akan tiba di Lebanon pada hari Minggu seperti yang direncanakan, kata kedutaan besar Ukraina di Lebanon. Razoni meninggalkan Odesa Senin lalu dengan membawa 26.527 ton jagung.
Kedutaan mengatakan kepada Reuters bahwa kapal itu "mengalami penundaan" dan "tidak tiba hari ini," tanpa rincian tanggal kedatangan baru atau penyebab penundaan. Data pengiriman di MarineTraffic.com menunjukkan Razoni di lepas pantai Turki pada Minggu pagi.
Sumber: Reuters
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Empat Kapal Pembawa Makanan Ukraina Invasi Rusia Laut Hitam






















