Selasa, 18/01/2022 21:03 WIB

Dewan Keamanan PBB Desak Hentikan Perang di Ethiopia

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan diakhirinya pertempuran di Ethiopia, dan mendesak segera dilakukan pembicaraan gencatan senjata.

Anak di Tigray, Ethiopia (Foto: PBB)

New York, Jurnas.com - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan diakhirinya pertempuran di Ethiopia, dan mendesak segera dilakukan pembicaraan gencatan senjata.

"PBB juga menyerukan semua pihak tetap menahan diri dalam mengeluarkan hasutan melalui pidato kebencian, serta ajakan untuk melakukan kekerasan dan perpecahan," kata dewan beranggotan 15 negara itu dikutip dari Reuters pada Sabtu (6/11).

Dewan Keamanan PBB juga telah merundingkan sebuah pernyataan selama beberapa hari terakhir, dan akhirnya mencapai kompromi dengan Rusia mengenai teks tersebut. Pernyataan itu harus disetujui dengan konsensus.

Rusia dan China sudah jauh-jauh hari menegaskan bahwa konflik yang berawal di wilayah utara Tigray, adalah urusan internal Ethiopia. Kedua negara memiliki hak veto dewan bersama dengan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, sehingga PBB tidak mungkin mengeluarkan sanksi.

Perang yang menewaskan ribuan orang dan memaksa lebih dari dua juta orang meninggalkan rumah, meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Para pemberontak mengancam akan pindah ke ibu kota Addis Ababa, dan mendorong tentara Ethiopia meminta mantan pasukan untuk bergabung kembali untuk memerangi mereka.

Sebuah pertemuan Dewan Keamanan yang direncanakan di Ethiopia pada Jumat kemarin ditunda hingga Senin pekan depan, kata Duta Besar Meksiko untuk PBB Juan Ramón de la Fuente Ramírez.

"Hari ini Dewan Keamanan memecah keheningan selama enam bulan dan berbicara lagi dengan satu suara tentang situasi yang sangat memprihatinkan di Ethiopia," kata Duta Besar Irlandia untuk PBB Geraldine Byrne Nason dalam sebuah pernyataan.

"Untuk pertama kalinya, dewan dengan jelas menyerukan penghentian permusuhan. Kami percaya ini harus segera terjadi, dan bahwa semua warga sipil harus dilindungi," tegas dia.

PBB menyebut hingga 7 juta orang di wilayah Tigray, Amhara dan Afar di Ethiopia membutuhkan bantuan, termasuk 5 juta di Tigray di mana sekitar 400.000 orang diperkirakan hidup dalam kondisi kelaparan.

"Dewan Keamanan menyerukan untuk menghormati hukum humaniter internasional, untuk akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan, pembentukan kembali layanan publik, dan selanjutnya mendesak peningkatan bantuan kemanusiaan," tandas lembaga tersebut.

TAGS : Dewan Keamanan PBB Perserikatan Bangsa-Bangsa Konflik Ethiopia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :