Kamis, 02/01/2020 09:40 WIB
Baghdad, Jurnas.com - Demonstran Irak yang menyerbu Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di ibu kota Baghdad, mulai mundur perlahan pada Rabu (Kamis waktu setempat), setelah Washington mengirim pasukan tambahan dan mengancam akan melakukan pembalasan terhadap Teheran.
Para demonstran yang mengutuk serangan udara AS terhadap kelompok Kataib Hezbollah yang didukung Iran, di mana setidaknya 25 orang tewas, melempari Kedubes AS dengan batu pada Rabu (1/1) kemarin. Pasukan AS yang ditempatkan di atap rumah menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Jelang sore, sebagian besar demonstran mematuhi perintah untuk membubarkan diri, yang dikeluarkan oleh kelompok Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) yang sebagian besar terdiri dari milisi Syiah.
Para pria muda menggunakan ranting pohon palem untuk menyapu jalan di depan kompleks kedutaan. Yang lain mengemasi peralatan dan van datang untuk membawa orang pergi. Beberapa orang pergi untuk mendirikan kamp protes di depan sebuah hotel di dekatnya.
Tok! Parlemen AS Sepakat Hentikan Aksi Militer terhadap Iran
AS Kawal Puluhan Kapal Dagang Lintasi Selat Hormuz
Iran Bersihkan 50 Akses Terowongan Setelah Serangan AS-Israel
Dikutip dari Reuters pada Kamis (2/1), militer Irak memastikan semua pengunjuk rasa telah pergi menjelang malam kemarin.
Protes menandai perubahan baru dalam perang bayangan antara Washington dan Teheran yang terjadi di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump, menuduh Iran mendalangi aksi demo. Dia mengancam untuk membalas, tetapi kemudian menegaskan tidak ingin perang.
Diketahui pada Selasa (31/12) lalu, para demonstran datang dan meneriakkan "Matilah Amerika!", menyalakan api, dan menghancurkan kamera pengintai di Kedubes AS. Demonstran disebut melanggar batas luar kedutaan, tetapi tidak memasuki kompleks utama.
Keyword : Aksi Protes Irak Kedubes AS Amerika Serikat Baghdad