Rabu, 21/10/2020 05:52 WIB

Sudan Menangkap 122 Tentara Bayaran Menuju Libya

Pihak berwenang Sudan di Darfur barat menangkap sedikitnya 122 orang, termasuk delapan anak-anak

Tentara dari pasukan koalisi pimpinan-AS terlihat di Pangkalan Militer Al-Qaim di provinsi Anbar Irak, sebelah barat Baghdad, pada 19 Maret 2020 [Murtadha Al-Sudani / Badan Anadolu]

Jakarta, Jurnas.com - Pihak berwenang Sudan di Darfur barat menangkap sedikitnya 122 orang, termasuk delapan anak-anak, yang mereka yakini berencana untuk pergi dan berperang di negara tetangga Libya.

Jenderal Gamal Gomaa, juru bicara Pasukan Dukungan Cepat paramiliter, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 72 dari mereka yang ditangkap adalah anggota Dewan Revolusi Kebangkitan Sudan, sebuah kelompok bersenjata yang dipimpin oleh mantan pemimpin milisi Janjaweed Musa Hilal.

Kantor berita SUNA menerbitkan sebuah video yang memperlihatkan lusinan pemuda yang duduk di tanah, dikelilingi oleh kendaraan militer yang membawa tentara yang dipersenjatai dengan senapan serbu Kalashnikov.

Dikatakan video itu direkam di Al-Junayna, ibukota provinsi Darfur Barat.

Menteri luar negeri negara itu minggu ini membantah bahwa pasukan Sudan terlibat dalam konflik di Libya.

"Kita tidak bisa terlibat dalam konflik di negara tetangga," katanya.

Sudan saat ini sedang mengalami transisi demokrasi yang rapuh dan kerusuhan di wilayah Darfur

Menurut PBB, pejuang Sudan dari Darfur telah berjuang untuk Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin oleh pensiunan Mayor Jenderal Khalifa Haftar dalam pertempurannya melawan Pemerintah Kesepakatan Nasional yang diakui secara internasional di Tripoli.

Negara tetangga Libya, dalam beberapa tahun terakhir, telah berubah menjadi perang proksi regional, dengan pemerintahan saingan di timur dan barat, masing-masing didukung oleh kelompok bersenjata dan negara asing.

Pemerintah persatuan Libya yang diakui PBB telah lama menuduh Sudan mengirim pejuang untuk mendukung panglima perang Haftar yang didukung oleh UEA dan Rusia.

TAGS : Tentara Bayaran Pemerintah Sudan Wilayah Libya




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :