Sabtu, 04/04/2020 06:04 WIB

Mendikbud Selidiki Penyebab Tragedi Sungai Sempor

Tim tersebut terdiri dari Diretorat Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUD Dasmen) bersama Inspektorat Jenderal Kemdikbud.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menerjunkan tim untuk menyelidiki penyebab tragedi hanyutnya 249 siswa SMP Negeri 1 Turi di Sungai Sempor, Sleman, Yogyakarta.

Tim tersebut terdiri dari Diretorat Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUD Dasmen) bersama Inspektorat Jenderal Kemdikbud.

"Kami bersama pemerintah setempat dan pihak berwajib terjun langsung ke lapangan untuk menelusuri apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi," ungkap Mendikbud pada Sabtu (22/2) dalam keterangannya.

Mendikbud juga menyampaikan ucapan belasungkawa untuk korban tewas dalam kegiatan Susur Sungai Sempor. Seperti diketahui, hingga saat ini delapan siswa dinyatakan meninggal dunia.

"Saya menyampaikan belasungkawa dari lubuk hati yang paling dalam atas tragedi ini. Semoga orang tua serta keluarga siswa yang menjadi korban jiwa dapat diberi kekuatan menghadapi cobaan ini," ujar Nadiem.

Insiden yang terjadi pada Jumat (21/2) itu, menurut Mendikbud, menjadi contoh bagi setiap sekolah untuk terus berhati-hati dan waspada dalam melaksanakan aktivitas di luar sekolah.

"Sekolah mesti benar-benar memastikan semua kegiatan di bawah pembinaan sekolah agar dapat mengutamakan keamanan dan keselamatan siswa. Itu yang terpenting. Jadi harus dipertimbangkan secara matang," tegas dia.

Berdasarkan laporan terakhir Kemdikbud, sebanyak 249 siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Turi mengikuti kegiatan susur sungai sebagai bagian dari mancakrida ekstrakurikuler Pramuka.

Sebanyak 216 siswa dinyatakan selamat, di mana 21 di antaranya mengalami luka ringan, dan dua siswa mengalami luka berat.

Jumlah korban jiwa hingga hari ini sebanyak delapan siswa atas nama Nur Azizah (15), Latifah Zulfa (15), Sovie Aulia (15), Arisma Rahmawati (13), Khoirunnissa Nurcahyani Sukmania (14), Evieta Putri Larasati (13), dan Fanesha Dida (13), dan Nadine Fadila Khasanah (13). Dua jenazah korban jiwa masih belum teridentifikasi.

Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kemendikbud Provinsi DIY, Minhajul Ngabidin melaporkan, tim LPMP juga membuka posko di SMPN 1 Turi.

TAGS : Siswa Hanyut SMP Negeri 1 Turi Tragedi Sungai Sempor Mendikbud Nadiem Anwar Makarim




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :