Jum'at, 23/10/2020 01:19 WIB

Duh, WHO Salah Nilai Virus Corona China

Kesalahan ini ditemukan dalam catatan kaki pada laporan hari Kamis, Jumat dan Sabtu lalu. Organisasi tersebut menilai bahwa risiko global akibat virus corona di China tergolong sedang.

Virus Corona (Foto: CNN)

Jenewa, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui kesalahan dalam penilaian risiko dari virus mematikan dari China. Ia mengatakan, risiko virus sangat tinggi dan bukan moderat.

Kesalahan ini ditemukan dalam catatan kaki pada laporan hari Kamis, Jumat dan Sabtu lalu. Organisasi tersebut menilai bahwa risiko global akibat virus corona di China tergolong sedang.

Badan kesehatan PBB yang berbasis di Jenewa mengatakan dalam sebuah laporan situasi yang diterbitkan pada Minggu (27/1) malam bahwa risiko yang disebabkan virus corona sangat tinggi di China, tinggi di tingkat regional dan tinggi di tingkat global.

Namun, koreksi penilaian risiko global bukan berarti keadaan darurat kesehatan internasional sudah diumumkan.

Pada Kamis (23/1), WHO berhenti menyatakan virus corona baru sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Itu merupakan suatu penunjukan langka yang hanya digunakan untuk wabah terburuk yang akan memicu tindakan global.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang mengunjungi China minggu ini untuk membahas bagaimana mengatasi wabah tersebut mengatakan, darurat kesehatan masyarakat atau penunjukan langka tersebut dapat diubah setiap saat.

"Ini adalah keadaan darurat di China, tetapi belum menjadi darurat kesehatan global," katanya.

Pendekatan hati-hati WHO dapat dilihat dalam konteks kritik di masa lalu atas penggunaan istilah yang lambat atau terlalu terburu-buru, pertama kali digunakan untuk pandemi flu babi H1N1 2009 yang mematikan.

Selama wabah itu, badan kesehatan PBB dikritik karena memicu panik membeli vaksin dengan pengumuman bahwa tahun itu wabah telah mencapai proporsi pandemi, dan kemudian kemarahan ketika ternyata virus tidak hampir sama berbahayanya dengan pemikiran pertama.

Namun pada 2014, WHO mendapat kritik keras karena menyeret kakinya dan mengecilkan parahnya epidemi Ebola yang menghancurkan tiga negara Afrika Barat, mengklaim lebih dari 11.300 jiwa pada saat itu berakhir pada 2016.

TAGS : Virus Corona Organisasi Kesehatan Dunia Virus Misterius China




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :