Rabu, 25/11/2020 06:25 WIB

Trump: Raja Salman Kecam Penembakan di Pangkalan Pensacola

Dalam penembakan hari Jumat waktu Amerika, empat orang tewas, termasuk pelaku.

Donald Trump dan Raja Salman (foto: Aawsat)

Jakarta, Jurnas.com - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud mengecam kasus penembakan di Pangkalan Militer Angkatan Laut Pensacola, Amerika Serikat (AS). Pelakunya adalah perwira Saudi yang sedang jalani pelatihan.

Dalam penembakan hari Jumat waktu Amerika, empat orang tewas, termasuk pelaku. Lokasi pangkalan militer yang diserang tersebut berada di Florida.

"Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud mengatakan bahwa rakyat Saudi sangat marah dengan tindakan biadab penembak, dan bahwa orang ini sama sekali tidak mewakili perasaan orang-orang Saudi yang mencintai orang-orang Amerika," kata Presiden AS Donald Trump, menirukan ucapan penguasa Saudi.

"Raja Salman dari Arab Saudi baru saja menelepon untuk menyatakan belasungkawa yang tulus dan memberikan simpatinya kepada keluarga dan teman-teman prajurit yang terbunuh dan terluka dalam serangan yang terjadi di Pensacola, Florida," kicau Trump dalam rentetan tweet-nya, yang dikutip dari akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Sabtu (7/12/2019).

Motif penembakan belum terungkap. Pemerintah maupun militer AS juga belum merilis identitas pelaku penembakan dan para korbannya.

Seorang pejabat AS mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki apakah penembakan itu terkait terorisme atau bukan.

Pelaku melepaskan tembakan di sebuah gedung kelas pada Jumat pagi waktu setempat sekitar pukul 07.00 pagi di Stasiun Udara Angkatan Laut di Pensacola. Tembakan itu memicu respons besar-besaran dari aparat penegak hukum. Pangkalan militer juga dikunci.

Setidaknya delapan orang dibawa ke rumah sakit. Lima orang dibawa ke Baptist Health Care di Pensacola. Demikian disampaikan juru bicara rumah sakit tersebut, Kathy Bowers.

Enam orang lagi dibawa ke Ascension Sacred Heart. Juru biacaranya, Mike Burke mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki informasi tentang kondisi para korban.

Dalam konferensi pers hari ini pejabat sheriff setempat, David Morgan, mengatakan senjata yang digunakan pelaku adalah pistol tangan.

Senjata pribadi tidak diperbolehkan di pangkalan Angkatan Laut. Pihak berwenang akan memeriksa bagaimana warga negara asing bisa membawa pistol ke ruang kelas.

Pangkalan akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

TAGS : Arab Saudi Donald Trump Pangkalan AL Pensacola Salman bin Abdulaziz al-Saud




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :