Rabu, 20/11/2019 23:28 WIB

Komoditas Hortikultura Jadi Langganan Pasar Internasional

Produk hortikultura asal Sumut yang diminati pasar global adalah buah jeruk nipis, salak, alpukat, sirsak, kecombrang dan pisang kepok.

Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Ali Jamil memberikan keterangan pers soal Flu Babi Afrika di Gedung Pusat Informatika Agrobisnis, Kamis 30 September 2019. (Foto: Supi/JURNAS)

Jakarta, Jurnas.com - Pembangunan pertanian di enam kabupaten di  Sumatera Utara (Sumut) sudah membuahkan hasil, pasalnya produk hortikulturanya telah menjadi langganan pemasok di manca negara. Enam Kabupaten itu adalah Batu Bara, Asahan, Tanjungbalai, Labuhan Batu Utara, Labuan Batu Induk dan  Labuan Batu Selatan.

Demikian kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil saat lakukan kunjungan kerja ke tempat pemeriksaan karantina lain di gudang pemilik, UD Khairatama di Labuhan Batu Utara, Sumut, Minggu (6/10).

"Keberhasilan ini dapat tercapai karena jalinan kerjasama antara pemerintah baik pusat hingga kabupaten dengan petani berjalan dengan baik. Hasil berlimpah, kemudahan layanan dan pasar ekspor yang tersedia," ujar Jamil.

Menurut Jamil, produk hortikultura asal Sumut yang diminati pasar global adalah buah jeruk nipis, salak, alpukat, sirsak, kecombrang dan pisang kepok.

Khusus untuk pisang kepok, Jamil memaparkan adanya tren peningkatan yang signifikan. Tercatat sebanyak 487 kali sertifikasi ekspor pisang kepok dengan tonase 3,1 ribu ton senilai Rp14,6 miliar ke Malaysia dari Januari hingga September 2019.

"Sementara pada periode sama ditahun 2018, jumlah sertifikasi ekspor dengan tujuan sama hanya 252 kali, volume 1,4 ribu ton dengan nilai Rp764,9 milia. Dua kali lipat peningkatanya," tambah Jamil.

Di tempat yang sama Jamil juga melepas ekspor pisang kepok sebanyak 37 ton atau senilai Rp170 juta yang sudah diberikan jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian dengan tujuan negara Malaysia.

"Pisang kepok ini harus bebas dari target hama atau pest yang dipersyaratkan negara tujuan yakni Bactrocera musae dan Ralstolonia musae atau Moco disiase. Jika sudah dipastikan aman maka Surat Kesehatan Tumbuhan atau Phyosanitary Certificate (PC) segera diterbitkan," kata Jamil.

Menurut Jamil, hal ini sesuai yang diinstruksikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa  layanan pemeriksaan karantina harus dipermudah dan dipercepat dengan tetap menjaga akurasi pemeriksaannya.

Selain siapkan layanan jemput bola, Barantan juga lakukan digitalisasi ditiap layanan publiknya. "Ini sudah menjadi dituntutan di era perdagangan juga perkarantinaan internasional," jelas Jamil.

TAGS : Ekspor Pertanian Ali Jamil Sumatera Utara




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :