Selasa, 25/09/2018 20:44 WIB

PBB Sesalkan Keputusan Sepihak AS Hengkang dari Dewan HAM

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyukai Amerika Serikat untuk tetap berada di Dewan HAM.

Duta Besar AS, Nikki Haley akan mengumumkan secara resmi pada konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo di Washington pada Selasa jam 5:00 sore waktu setempat

Washington - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres  menyesalkan keputusan Gedung Putih  yang secara sepihak menarik diri dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC).

"Organisasi Hak Asasi Manusia PBB memainkan peran yang sangat penting dalam promosi dan perlindungan hak asasi manusia di seluruh dunia," kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, dalam pernyataan singkat sesaat setelah pengumuman.

Sementara itu, Nikki Haley, utusan AS di PBB, mengatakan kepada wartawan di Kementerian Luar Negeri bahwa keputusan ini diambil karena badan yang beranggotakan 47 negara itu tidak sesuai dengan namanya.

Haley menyebut Dewan HAM PBB bias terhadap Israel.  “Banyak dari negara-negara ini (anggota Dewan HAM) berpendapat bahwa Amerika Serikat harus tetap di Dewan Hak Asasi Manusia karena partisipasi Amerika adalah kredibilitas terakhir yang dimiliki dewan. Tapi itulah mengapa kita harus pergi,” kata Haley.

Dia beralasan bahwa dewan telah menjadi munafik dan melayani diri sendiri. "Jika itu jadi direformasi, kami akan senang untuk bergabung kembali," kata Haley.

Haley dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan Dewan HAM PBB diisi oleh para pelaku pelanggaran HAM. Sejumlah negara yang mereka sebut termasuk China, Kuba, Republik Demokratik Kongo, Venezuela, yang menjadi titik dari pelanggaran HAM di seluruh dunia.

"Kami mengambil langkah ini karena komitmen kami tidak memungkinkan kami untuk tetap menjadi bagian dari organisasi yang munafik dan melayani diri sendiri yang telah mengolok-olok hak asasi manusia," kata Haley.

Dewan HAM PBB awal pekan ini mengeluarkan kritikan keras terhadap kebijakan imigrasi "tanpa toleransi" pemerintah Trump, yang mengakibatkan pemisahan paksa anak-anak migran dengan orang tua mereka yang tak memiliki dokumen di perbatasan AS-Meksiko. 

Pompeo dan Haley tidak menyebut AS marah dengan keputusan ini, tetapi Haley mengatakan, "Dewan HAM terus mempolitisasi dan mengambinghitamkan negara-negara dengan catatan hak asasi manusia yang positif dalam upaya untuk mengalihkan perhatian dari para pelaku pelanggaran HAM dalam barisan mereka." (aa)

TAGS : PBB HAM PBB Amerika Serikat




TERPOPULER :