Minggu, 17/11/2019 16:23 WIB

Menag Tegaskan Layanan Haji 2018 Sudah Siap

Penegasan ini disampaikan Menag usai melakukan pengecekan langsung sejumlah layanan haji,  baik di Madinah maupun Mekah.

Menag Lukman Hakim Saifuddin

Mekah - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan layanan buat jemaah Indonesia di Arab Saudi pada musim haji 1439H/2018M sudah siap. Penegasan ini disampaikan Menag usai melakukan pengecekan langsung sejumlah layanan haji,  baik di Madinah maupun Mekah.

"Alhamdulillah, checking persiapan akhir Haji 2018 berjalan lancar. Bersyukur bahwa hotel-hotel di Madinah dan Mekah, transportasi, dan katering telah siap," jelas Menag di Mekah lewat siaran pers pada Selasa (12/6). 

Menag Lukman bertolak ke Arab Saudi pada Kamis (07/06) lalu. Setibanya di Jeddah, Menag langsung memimpin rapat bersama jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, tim penyedia layanan, serta Konjen RI di Jeddah dan tim Kantor Urusan Haji (KUH).

Rapat membahas seputar perkembangan kesiapan layanan haji tahun ini. Setelah itu, Menag bertolak ke Madinah lalu ke Mekah untuk mengecek langsung kesiapan layanan untuk jemaah. Menag dijadwalkan akan kembali ke Tanah Air pada Rabu (13/6) mendatang.

"Secara keseluruhan, layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi sudah siap 90-95%. Tinggal finalisasi kontrak beberapa hotel di Madinah dan penyelesaian kontrak katering," tutur Menag. 

"Semua hotel yang disewa sesuai standar minimal, yaitu: setara hotel bintang 3 dan 4," sambungnya. 

Tahun ini, Kemenag menyewa 165 hotel di Mekah yang tersebar di tujuh wilayah,  yaitu: Aziziah (19 hotel), Mahbas Jin (16), Misfalah (23), Jarwal (6), Syisyah (57), Raudhah (29), dan Rei Bakhsy (15). Sebanyak 109 hotel di antaranya adalah repeat order karena dinilai oleh jemaah memberikan layanan yang baik pada musim haji tahun lalu.

Di Madinah, Kemenag menyewa 107 hotel yang semuanya berada di wilayah Markaziah. Sebanyak 32 hotel bahkan dikontrak satu musim penuh atau full musim, sedang 75 hotel disewa blocking time.

Untuk layanan katering,  Kemenag melakukan kontrak dengan 36 perusahaan di Mekah, dua perusahaan di Jeddah, dan 15 perusahaan katering di Madinah. Katering pada fase puncak haji, Arafah-Mina-Muzdalifah (Armina), akan disiapkan 19 perusahaan yang juga sudah menandatangani kontrak kerjasama. 

Kementerian Agama juga telah melakukan kontrak kerjasama dengan tujuh perusahaan yang akan melayani transportasi antar kota perhajian (Jeddah, Mekah, dan Madinah). Ketujuh perusahaan itu adalah Saptco, Rawahel, Rabitat, Dallah, Al Masa, Al Qaid, dan Hafil.

 

TAGS : Haji Kementerian Agama




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :