Tanggal 16 Agustus 1945 menjadi saksi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Dua tokoh penting, Soekarno dan Mohammad Hatta atau Sukarno Hatta, "diculik" oleh para pemuda yang dipimpin oleh Soekarni Kartodiwirjo atau Sukarni ke Rengasdengklok, Karawang, demi satu tujuan: mempercepat proklamasi kemerdekaan.
Ibas: Menguatkan Empat Pilar dan Melestarikan Sejarah dari Rengasdengklok
Napak Tilas Pangeran Sambernyawa di Kaki Gunung Lawu
Sebagai rumah kebangsaan maka lembaga negara ini menurut perempuan asal Kota Bandung, Jawa Barat, itu terbuka bagi semua kalangan.
Agenda napak tilas ini dalam rangka membangun spirit pemuda dan santri Indonesia, agar tetap belajar kepada sejarah bangsa, pada keringat perjuangan para pahlawan, ulama` dan Auliya` bangsa Indonesia.
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Hari Sumpah Pemuda ini, digelar pada Sabtu (31/10) kemarin, melalui kanal Youtube Puspeka Kemdikbud.
Diikuti oleh 4.000 peserta didik dari jenjang SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB atau SMK/SMKLB, dan perguruan tinggi, kegiatan ini akan dilakukan secara virtual pada 31 Oktober 2020 pukul 09.00-12.00 WIB. Pendaftaran akan ditutup pada 30 Oktober 2020.
Mereka akan mengadakan napak tilas selama 73 hari, sesuai dengan usia negara ini, dengan semangat sebagaimana tagar yang akan diviralkan #BeraniBersatu dan #BerbaktiUntukNegeri.
Melalui kegiatan napak tilas di sejumlah tempat bersejarah di Kabupaten Blitar diharapkan peserta kirab dan generasi muda dapat ikut serta melestarikan dan mempelajari kekayaan wariqsan budaya bangsa dan menerapkan nilai nilai adiluhung nenek moyang.