Macron memicu protes besar di dunia Muslim setelah mengizinkan kartun Nabi Muhammad dipublikasikan oleh mingguan Charlie Hebdo.
Macron telah mengerahkan ribuan tentara untuk melindungi situs-situs seperti tempat ibadah dan sekolah, dan para menterinya memperingatkan bahwa serangan militan Islam lainnya dapat terjadi.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian minta anak buahnya tetap produktif di hari libur.
Sheikh Ikrima Sabri, kepala Dewan Tertinggi Islam Palestina, menyatakan bahwa kartun Nabi Muhammad yang dibuat oleh seorang guru di Prancis telah melukai perasaan umat Islam.
Persatuan adalah kenikmatan yang sangat besar, tanpa persatuan tidak bisa adanya bangsa
Khan mengatakan para pemimpin negara-negara ini tidak memahami cinta dan pengabdian yang dimiliki Muslim di seluruh dunia untuk Nabi Muhammad dan kitab suci mereka Alquran.
Wakil Ketua MPR Dr. Ahmad Basarah mengajak semua elemen bangsa, khususnya umat Islam, untuk menjadikan momentum peringatan maulid Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat bahwa kebhinekaan kota Madinah di zaman Nabi SAW mirip dengan kebhinekaan Indonesia saat ini.
Dukungan karikatur Nabi, serta komentar Presiden Macron, pada 2 Oktober mengatakan Islam berada dalam krisis, telah memicu reaksi balik dari umat Islam di seluruh dunia.
Rabu lalu, Macron mendukung seorang guru Prancis yang menampilkan kartun yang menghina Nabi Muhammad di kelasnya.
Guru sejarah, yang bernama Samuel Paty dibunuh seorang remaja berusia 18 tahun setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya saat mengajarkan kebebasan berekspresi.