Pasalnya, yang menyebabkan harga pangan alami kenaikan karena rantai pasok yang tidak tertata, sehingga Kementan turun ke setiap daerah menghadirkan pasar mitra tani atau gelar pasar murah.
Konsep Integrated Farming ini terbukti menguntungkan, karena semua proses bertaninya saling berkaitan baik tanaman pangan maupun peternakan.
Tergelar pasar tani seperti ini adalah wujud nyatanya, kerjasama dengan Pemda, Polri dan TNI untuk memastikan ketersediaan pangan strategis
Hal tersebut sesuai dengan mandat Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang menegaskan bahwa pangan dan pertanian adalah sektor vital yang tidak boleh berhenti sedetikpun.
penyuluh menjadi garda terdepan dalam peningkatan produksi dan produktivitas komoditas yang berdaya saing guna mewujudkan pencapaian swasembada pangan dan penerapan teknologi pertanian yang lebih modern.
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pemerintah harus hadir dan memastikan kebutuhan pangan pokok tersedia dan terjangkau menghadapi bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1443 H.
Bahan pokok yang dipantau meliputi 12 komoditas seperti beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit merah, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi dan minyak goreng.
Masyarakat pemegang kupon dapat berbelanja 12 bahan pangan pokok yang berkualitas dengan harga terjangkau.
Sesuai instruksi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Kementan harus memperluas jangkauan masyarakat terhadap pangan pokok.
Kementerian Pertanian (Kementan) bertekad untuk terus menjaga ketahanan pangan. Salah satu kuncinya adalah petani tak boleh berhenti menanam.