Jumlah kematian di Iran akibat virus corona naik menjadi 2.517
UAE telah melaporkan dua kematian akibat pandemi dan 468 infeksi yang dikonfirmasi.
Dua warga sipil mengalami luka-luka kecil akibat tertimpa puing-puing setelah pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan rudal Houthi di Riyadh dan kota selatan Jazan pada Sabtu malam.
Korban meninggal dunia akibat virus corona baru (Covid-19) di Iran meningkat menjadi 2.640 orang.
Deden Indra Teja Maya meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona (COVID-19) di RS UI Depok pada Sabtu 28 Maret 2020.
“Untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat COVID-19, Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyiapkan beberapa program. Salah satunya adalah, memberikan stimulus bagi peningkatan daya beli UMKM dan disetujui oleh Presiden dengan anggaran Rp 2 triliun,” kata Teten.
Iran adalah negara Timur Tengah yang paling parah terkena virus corona, dengan sekitar 1.700 kematian, lebih dari 21.000 orang yang terinfeksi dan satu orang meninggal akibat virus tersebut setiap 10 menit.
UEA, yang bandara internasionalnya di Abu Dhabi dan Dubai merupakan pusat utama, pada Jumat (20/3) mengumumkan dua kematian pertamanya akibat penyakit COVID-19 dan sejauh ini sudah melaporkan lebih dari 150 kasus.
Italia, per Senin (23/3) pukul 13/40 WIB, mencatatkan 59.138 kasus infeksi dengan total kematian mencapai 5.476. Angka kematian akibat Covid-19 di Negara Mode ini menjadi yang tertinggi di dunia.
"Mengambil keuntungan boleh-boleh saja, akan tetapi dengan harga yang wajar saja, seperti biasanya. Kami mengakui kondisi di lapangan stok lagi berkurang. Dikarenakan produktivitas yang menurun akibat curah hujan yang sangat tinggi, menyebabkan bawang banyak yang kena penyakit," ujar Juwari