Dispensasi diberikan setelah dilakukan pemeriksaan oleh pejabat pemeriksa keselamatan kapal (Marine Inspector).
Penyelidikan itu saat Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Zarif mengatakan negaranya telah mengantisipasi suatu peristiwa yang akan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
Tetangga Korea Selatan itu menyebut Paman Sam melakukan perampokan secara paksa.
Korea Utara (Korut) menyebut tindakan Amerika Serikat (AS) menyita kapal kargo batubara Korut sebagai sebuah perampokan.
Beberapa minggu terakhir, pemerintahan Trump berulang kali menyebutkan ada ancaman dari Iran, tetapi menolak untuk menguraikan secara spesifik dan detail.
Pemeriksaan uji petik yang dilakukan, jelas Amiruddin, meliputi pemeriksaan alat-alat keselamatan kapal.
Insiden itu berdampak negatif pada keamanan transportasi laut di kawasan itu.
Uji Petik dilakukan terhadap 3 unit kapal penumpang, yakni KM Sabuk Nusantara 60, KM Tanjung Madlahar, serta Kapal Cepat Cantika Inova.
AS tidak memiliki kekuatan dan tidak akan pernah berani memulai perang militer dengan Iran.
Arab Saudi mengklaim bahwa dua kapal minyak telah diserang di perairan dekat Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin (13/5).