Pada lawatan mengejutkan itu, ia membela keputusannya menarik pasukan AS dari Suriah.
Parlemen Turki meratifikasi sebuah mosi untuk memperluas penempatan pasukan Turki di Afghanistan selama dua tahun sebagai bagian dari misi dukungan NATO di negara yang dilanda perang.
Ayelet Shaked mengatakan penarikan pasukan AS dari Suriah tidak membantu Israel dan justru memperkuat Turki
Erdogan mengatakan, Turki lebih fokus pada penarikan pasukan AS yang diumumkan daripada pernyataan presiden Prancis bahwa tentara Prancis akan tetap tinggal.
Pernyataan Kalin itu beberapa setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyerang presiden Turki atas operasi kontran teror Turki dan masalah-masalah Siprus.
Kementerian bereaksi atas penyataan "tak berdasar dan fitnah" Benjamin Netanyahu terhadap tentara Turki.
Pasukan AS tidak pernah memasuki pertempuran nyata dan bermakna melawan kelompok Islamic State Iraq and Syria (ISIS).
Trump telah menerima undangan dari Presiden Erdogan untuk mengunjungi Turki pada 2019 melalui sambungan telpon pada Minggu (23/12).
Presiden AS memuji kemampuan mitranya dari Turki untuk membasmi teroris di Suriah.
Cavusoglu juga mendesak Arab Saudi berbagikan temuannya mengenai kasus tersebut dengan komunitas internasional.