Untuk itulah MPR mempunyai prakarsa melakukan Sosialisasi Empat Pilar. Sosialisasi disebut penting sebab bangsa ini menghadapi beragam tantangan. "Perlu ketahanan diri bangsa dengan landasan Pancasila", sebutnya.
Para ulama bahkan ikhlas menarik kembali Piagam Jakarta, itu dan menggantinya dengan Pancasila yang dikenal sekarang
Bangsa ini harus kembali kepada Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 serta mengembalikan rakyat sebagai pemegang kedaulatan bangsa yang tertinggi.
Afghanistan dirundung perang dan konflik berkepanjangan. Sedangkan Indonesia tidak. Inilah wajah Islam damai Indonesia yang dipersatukan dan diikat oleh Pancasila.
Bangsa Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa sejak era awal kemerdekaan hingga saat ini banyak upaya-upaya untuk melemahkan bahkan menghilangkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia.
Peringatan tanggal 18 Agustus 2018 sebagai peringatan Hari Konstitusi ke 73 pada dasarnya telah membantah pandangan dan pendapat yang menyebut bahwa Pancasila lahir pada tanggal 18 Agustus 1945
Diakui di antara para teladan masih ada yang belum tahu dan menyadari adanya gerakan massif Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang dilakukan oleh MPR.
Masyarakat berkewajiban menyampaikan pesan tentang jatidiri bangsa seperti yang terkandung dalam lima sila Pancasila
Empat Pilar perlu disosialisasikan mengingat urgensinya untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Di negara yang begitu beragam, terdiri dari berbagai suku bangsa, termasuk di dalamnya bahasa, Pancasila menjadi alat pemersatu bangsa.
Basarah juga merasa amat prihatin dengan menguatnya paham-paham yang berpotensi kuat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa