Para perantara rajin berkeliling dan berdiri di atas jembatan penghubung dua kota perbatasan itu. Mereka berteriak memanggil dan menyatakan kepada para perempuan bahwa mereka akan membeli rambut.
Berdasarkan analisa citra satelit yang dilakukan oleh PBB dan Human Right Watch bahwa mereka juga menemukan sekitar 30 ribu orang telah meninggalkan desanya, ratusan bangunan di desa-desa Rohingya telah diratakan dengan tanah.
Juru bicara Kementrian Luar Negeri Myanmar, Kyaw Zay Ya, tidak menjelaskan alasan rinci dari penundaan tersebut.
Ribuan warga di Lanao melarikan diri bersamaan dengan kedatangan tentara darat, yang membawa senjata berat dan kendaraan lapis baja untuk mengusir gerilyawan dari balai kota.
Operasi militer di Aleppo Timur bertujuan membebaskan warga sipil "yang telah disandera oleh gerilyawan".
Divisi Tanjung UMNO, Penang, menyeru Malaysia memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar sebagai solidaritas terhadap etnis Rohingya.
Ledakan bom ini terjadi saat kian tegangnya negeri setelah kekerasan bersenjata di Provinsi Rakhine dan bentrok antara tentara dengan pihak pemberontak.
Bangladesh juga meminta Myanmar mengizinkan mereka pulang tanpa rasa takut dan menjamin keselamatan mereka.
Diperkirakan, setiap malam ada 500 orang Rohingya yang mencoba kabur ke Bangladesh.
Myanmar rencananya akan menjamu Malaysia dalam pertandingan di Grup B, Sabtu (26/11), di Stadion Thuwanna di Yangon.