Dua polisi pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, RM dan RB dianggap telah salah mengartikan semangat korsa Polri. Aksi penyiraman air keras itu, bukanlah bentuk panggilan jiwa korsa.
Dendam dan kebencian yang dilontarkan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan berinisial RM dinilai sebagai salah satu bentuk panggilan jiwa korsa.
Menurutnya tak pantas jika pimpinan KPK yang disebut terburuk harus duduk bersama orang-orang `hebat` di ICW.
Masa aksi yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Milenial (HAM) Indonesia menuntut agar Kejagung segera melanjutkan proses hukum penyidik KPK Novel Baswedan.
KOMPAK mendesak kasus sarang burung walet yang diduga melibatkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan untuk segera dituntaskan.
Ketua Komisi III DPR, Herman Herry mengapresiasi Polri terkait penangkapan terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.
Jabatan struktural KPK yang masih belum terisi, yakni Kepala Biro Hukum, Direktur Penyelidikan, Deputi Penindakan, Direktur Pengaduan Masyarakat, Direktur Pinda (Pengolahan Informasi dan Data), dan Deputi Inda (Informasi dan Data
Rekrutmen yang dilakukan KPK selama ini adalah rekrutmen Indonesia Memanggil, jadi itu dilakukan secara terbuka
Wewenang Dewas sebagaimana diatur dalam UU hasil revisi itu justru memperlambat kerja KPK. Sebab, untuk melakukan penyadapan, penggeledahan, atau penyitaan, KPK harus mendapat izin dari Dewas
Kami meyakini upaya pemberantasan korupsi akan dilakukan dengan lebih komprehensif