Sebuah unggahan di Twitter pada Selasa (26/11) siang, merevisi pidato menteri termuda dalam Kabinet Indonesia Maju itu layaknya skripsi mahasiswa tingkat akhir.
Guru paling tahu kurikulum apa yang relevan untuk peserta didiknya, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas.
Lantaran kenaikan iuran tersebut dirasa hanya akan menambah beban rakyat, Anwar pun meminta Presiden Joko Widodo untuk mencabut Perpres No 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.
Nadiem Anwar Makarim telah menurunkan tim investigasi, untuk mengusut ambruknya SDN Gentong, Pasuruan, Jawa Timur.
Anwar menambahkan agar melibatkan sektor swasta dan kerjasama pembangunan perdesaan untuk pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals).
10 poin tuntutan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Kantor Kemdikbud Jakarta, pada Senin (4/11), yang dihadiri oleh puluhan organisasi dan komunitas guru se-Indonesia.
Joko Widodo memberikan waktu kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, untuk mengatasi masalah pendidikan di Tanah Air.
Menurut dia, Presiden Soeharto pada waktu itu langsung terjun ke lapangan. Presiden Soeharto juga membangun banyak sekolah itu dengan tujuan pemerataan pada masyarakat, terutama pemerataan pendidikan sekolah dasar di Indonesia.
Tanda pagar (tagar) NadiemMundurAja menggema di jagat media sosial Twitter pada Selasa (29/10) siang.
Nadiem Anwar Makarim mengaku tidak berpikir dua kali, saat Presiden Joko Widodo menawarinya kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).