Hari Lupus Sedunia atau World Lupus Day yang diperingati setiap 10 Mei bukan hanya tentang mengenang tanggal, tetapi tentang membangun kesadaran, solidaritas, dan harapan
Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia yang jatuh pada 8 Mei bukan hanya momen refleksi kemanusiaan, tapi juga kesempatan untuk menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang bekerja tanpa pamrih di tengah krisis dunia
Hari Bidan Sedunia atau International Day of the Midwife yang diperingati setiap tanggal 5 Mei bukan sekadar seremoni, peringatan tahunan, tapi momen reflektif terhadap peran penting para bidan sebagai garda terdepan dalam kesehatan reproduksi, kehamilan, persalinan, hingga kehidupan bayi baru lahir.
Setiap tanggal 3 Mei, dunia memperingati World Press Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Sedunia, sebuah momentum penting untuk meneguhkan komitmen terhadap kebebasan berekspresi dan kemerdekaan pers.
Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas, yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, merupakan sebuah momentum penting untuk menghargai jasa para pendidik serta meneguhkan kembali komitmen terhadap pendidikan yang inklusif dan bermutu.
Setiap tanggal 1 Mei, dunia termasuk Indonesia memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day—sebuah momentum yang lahir dari perjuangan keras dan pengorbanan para pekerja.
Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HAKIN) di Indonesia yang hingga kini diperingati setiap 30 April bukan sekadar seremoni, tetapi momen penting untuk merefleksikan komitmen bangsa terhadap keterbukaan, transparansi, dan hak publik atas informasi
Hari Tari Sedunia atau International Dance Day yang jatuh setiap tanggal 29 April bukan sekadar momen untuk merayakan keindahan gerak tubuh dalam harmoni. Lebih dari itu, Hari Tari Sedunia merupakan sebuah perayaan bahasa universal yang mampu menyatukan manusia lintas bangsa, budaya, dan latar belakang.
Setiap 29 April, Indonesia memperingati Hari Posyandu Nasional, sebuah momen penting yang bukan hanya merayakan sejarah berdirinya Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), tetapi juga memberi ruang untuk mengucapkan terima kasih kepada para kader dan masyarakat yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar.
Hari Puisi Nasional, yang diperingati setiap tanggal 28 April di Indonesia, merupakan sebuah momen reflektif yang tak hanya mengenang sosok Chairil Anwar—ikon sastra modern Indonesia—tetapi juga menjadi ajakan untuk menyelami kedalaman kata, makna, dan rasa melalui puisi