Ribuan warga Afghanistan telah mengajukan permohonan dokumen perjalanan baru untuk menghindari krisis ekonomi dan kemanusiaan yang berkembang yang digambarkan oleh PBB sebagai krisis kelaparan.
Awal pekan ini Human Rights Watch (HRW) merilis sebuah laporan yang dikatakan mendokumentasikan ringkasan eksekusi atau penghilangan paksa 47 mantan anggota Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan, personel militer lainnya, polisi, dan agen intelijen.
Para pemimpin Taliban mengatakan semua gadis Afghanistan akan dapat kembali ke sekolah pada tahun pendidikan baru mulai Maret
Ribuan pegawai pemerintah Afghanistan harus dibayar setidaknya tiga bulan gaji. Masalah ini merupakan satu dari banyak krisis yang dihadapi Taliban sejak kelompok itu mengambil alih pemerintahan pada Agustus lalu.
Satu ledakan bom mobil di Dasht-e Barchi, daerah Muslim Syiah di Kabul barat, menewaskan seorang warga sipil dan melukai enam orang, kata juru bicara kementerian dalam negeri Qari Sayeed Khosty dalam sebuah tweet.
PBB memperingatkan, sekitar 22 juta warga Afghanistan atau setengah dari negara itu akan menghadapi kekurangan pangan akut di bulan-bulan musim dingin karena efek gabungan dari kekeringan yang disebabkanpemanasan global dan krisis ekonomi yang diperparah pengambilalihan Taliban.
Sebuah bom magnet yang dipasang pada sebuah minivan penumpang, meledak di daerah yang mayoritas penduduknya Syiah di ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Sabtu (13/11).