Ikan merupakan sumber protein yang sangat tepat untuk program perbaikian gizi masyarakat
Perbaikan mutu bibit dan genetik ternak diperlukan untuk mendukung pemenuhan kecukupan protein hewani yang berasal dari produk hewan dalam negeri sesuai amanat Permentan Nomor 17 Tahun 2020.
Perusahaan bioteknologi Synairgen mengembangkan perawatan, yang menggunakan protein (interferon beta) yang diproduksi tubuh secara alami ketika melawan infeksi virus.
Kedelai salah satu sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia serta menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti tempe, sari kedelai, tahu, tauco dan kecap.
Replikasi pembibit skala menengah dan kecil dalam rangka mendukung pencapaian swasembada protein hewani dapat segera terwujudkan.
Dalam kurun waktu dua tahun terakhir sampai pada awal Juni 2020 ini tercatat di dalam sistem iSIKHNAS bahwa telah terdapat kelahiran pedet sapi perah sebanyak 217.400 ekor.
Menurut Ririn, selagi tidak berlebihan, kandungan yang terdapat pada tahu dan tempe justru dibutuhkan oleh tubuh sebagai alternatif untuk memperoleh protein hewani, di saat daging merah berlemak dan daging olahan harus dihindari.
produk tersebut tinggi kandungan gula dan hanya sedikit mengandung protein dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan anak.
Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 telah menewaskan lebih dari 374.000 orang di seluruh dunia, dan menginfeksi lebih dari 6,7 juta orang.
Family farming merupakan cara mudah dalam menghasilkan panganan sehat dan berkualitas seperti sayur-mayur, umbi-umbian, aneka buah dan sumber protein hewani termasuk ikan sesuai potensi lokal.