Berbagai lintasan ini dioperasikan menggunakan armada kapal andalan ASDP, antara lain KMP Terubuk I, KMP Kurisi, KMP Arar, dan KMP Kalabia.
Pada Sabtu, 19 April 2025, tercatat 56.758 orang menyeberang pulang‑pergi di lintasan Merak–Bakauheni
Peningkatan produksi kendaraan di lintasan Merak–Bakauheni diprediksi menembus angka 9.500 unit atau naik lebih dari 30 persen dibanding rata-rata harian normal sebanyak 6.400 unit.
KMP Pulo Tello sempat terhenti operasionalnya dari Kamis (27/3/2025) hingga Senin (14/4/2025) karena kondisi alur yang sempat tertutup pasir.
ASDP menggandeng Dongeng Academy dan melibatkan 14 relawan dari kalangan karyawan yang telah dilatih khusus.
Jumlah kapal terdiri atas 65 unit kapal milik ASDP Group dan 180 unit kapal milik swasta, dengan total produksi trip mencapai 21.973 trip
Total seluruh kendaraan tercatat 35.965 unit telah menyeberang Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Panjang, BBJ Muara Pilu, dan Wika Beton
ASDP implementasikan strategi khusus untuk mengurai kepadatan, di antaranya bersama dengan KSOP selaku regulator dan mitra kerja menerapkan sistem Tiba-Bongkar-Berangkat
Total penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk mencapai 37.943 orang.
Dua dermaga tersebut juga akan dibuat skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB), untuk mengurangi kepadatan kendaraan di area Pelabuhan Bakauheni.