Penelitian dari berbagai penjuru dunia menunjukkan bahwa terapi tawa bukan hanya hiburan, tetapi juga alat penyembuhan yang nyata.
Para peneliti dari University of Otago memantau neuron stres secara real-time pada hewan yang bebas bergerak menggunakan teknologi fiber photometry, dan mengamati kilatan aktivitas sekitar setiap 60 menit—seiring dengan lonjakan hormon stres dan aktivitas sadar hewan tersebut.
Tim peneliti yang dipimpin oleh neurolog Michelle Chen dari Rutgers Institute for Health menemukan bahwa memendam stres secara signifikan mempercepat kerusakan memori. Setiap peningkatan dalam kebiasaan internalisasi stres berkorelasi dengan laju kehilangan ingatan yang setara dengan efek stroke ringan.
Selama ini, banyak orang mengira basa-basi hanyalah istilah umum untuk menyebut obrolan ringan atau percakapan pengantar. Namun, di balik penggunaannya yang akrab di telinga, ternyata istilah ini kerap diartikan sebagai singkatan dari Bahas Sana, Bahas Sini.
Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia atau International Day of the World’s Indigenous Peoples diperingati setiap 9 Agustus. Peringatan ini bertujuan melindungi hak-hak masyarakat adat, mempertahankan budaya, serta cara hidup mereka yang unik.
Suhrawardi melihat "cahaya" sebagai substansi paling dasar dari segala realitas. Semua makhluk, menurutnya, adalah gradasi dari cahaya — dari Cahaya Tertinggi (Nur al-Anwar) hingga kegelapan mutlak.
Dalam bahasa Arab, kata "Jumat" berasal dari al-jumuʿah yang berakar dari kata jamaʿa, yang berarti berkumpul. Penamaan ini mencerminkan hakikat hari Jumat sebagai waktu berkumpulnya kaum Muslimin dalam ibadah berjamaah.
Sebuah tinjauan ilmiah terbaru mengungkap bahwa tujuh bahan alami yang dikenal sebagai superfood global—mulai dari jamur hingga rempah dan buah beri—memiliki potensi besar dalam memperkuat sistem imun dan melawan penyakit kronis dengan cara menekan stres oksidatif.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, para peneliti menemukan bahwa "mata" bulu merak mengandung struktur nano yang bertindak sebagai resonator optik.
Di era podcast dan audiobook seperti sekarang, pertanyaan seperti ini mulai sering muncul: Apakah membaca masih relevan? Jika semua informasi bisa didengar sambil beraktivitas, untuk apa repot-repot membuka buku?