Arab Saudi menolak membiarkan kapal itu pergi, dan pada saat yang sama menuntut agar Iran membayar biaya labuh sebesar USD200.000 atau sekitar Rp2,8 miliar per hari.
Seluruh awak yang terdiri dari 23 orang di kapal tanker itu sekarang diamankan di pelabuhan Bandar Abbas, dan akan tetap di kapal sampai akhir penyelidikan.
Situs resmi IRGC Sepahnews mengumumkan, kapal tanker Stena Impero disita atas permintaan Pelabuhan Hormozgan dan Organisasi Maritim saat melewati Selat Hormuz, karena tak mematuhi aturan laut internasional.
Dua kapal perang India yang bertugas mengawal kapal dagang di Teluk Persia, masih tetap bersiaga di kawasan tersebut dalam jangka waktu yang lebih lama.
Kapal perusak Tipe 45 HMS Duncan sedang dalam perjalanan ke Teluk Persia untuk mengambil alih.
Kapal tanker minyak milik Emirat menghilang di Teluk Persia selama tiga hari berturut-turut.
Penyitaan kapal itu terjadi atas permintaan Amerika Serikat (AS), yang mengingkan ekspor minyak Iran ke tingkat "nol" sebagai bagian dari sanksi terhadap Republik Islam.
Ini menyebabkan Inggris mengajukan rencana untuk mengirim kapal perang kedua ke Teluk untuk mencegah campur tangan Iran lebih lanjut.
Adapun crane yang roboh sudah diasuransikan.