Dalam surat yang ditujukan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Iran mengatakan, Stena Impero bertabrakan dengan kapal kecil pada 19 Juli 2019. Insiden itu melukai parah awaknya - beberapa di antaranya masih dalam kondisi kritis.
Perusahaan minyak Brasil, Petrobras enggan memberikan bahan bakar karena kapal tersebut masuk daftar sanksi Amerika Serikat (AS).
Tensi meningkat setelah dua kapal tanker Inggris dan awaknya diambil alih kendali Iran. Inggris meminta Iran segera membebaskan.
Pernyataan Zarif itu disampaikan setelah Inggris mengeluarkan ancaman atas penyitaan kapal berbendera Inggris pada Jumat (19/7). Stena Impero ditangkap dan dilakukan penyelidikan setelah kapal tanker itu menabrak kapal nelayan Iran di Teluk Persia.
Penyitaan kapal tanker minyak Iran yang dilakukan Inggris di Selat Gibraltar belum mempengaruhi pasokan minyak negaranya.
Tujuh perompak yang menggunakan perahu cepat (speedboat) menyerang para awak pada Senin (22/7) dini hari, dan melarikan diri dengan uang sekitar US$13.000.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berbohong besar saat mengklaim, kapal Angkatan Laut AS menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak Iran.
Keempat kapal dan yang kelima, Daryabar, yang berhasil meninggalkan Brasil dipenuhi jagung, adalah bagian dari rute komersial baru yang dibuka oleh pemerintah Iran
Para anggota parlemen mengatakan, beberapa minggu terakhir telah menyaksikan tindakan sabotase yang mencurigakan di wilayah tersebut serta penyitaan ilegal sebuah kapal tanker Iran oleh pemerintah Inggris.
Komisi Eropa menyatakan "keprihatinan mendalam" atas penyitaan kapal tanker minyak Inggris di Selat Hormuz.