Suasana mencekam mewarnai pemilihan umum (pemilu) distrik yang digelar di Hong Kong pada Minggu (24/11) pagi ini.
Polisi anti huru-hara bersenjatakan perisai dan pentungan menginterogasi seorang perempuan hamil di samping tempat tidurnya di bangsal rumah sakit
Markus Leitner dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Iran untuk menyampaikan keluhan mengenai ekspresi dukungan AS terhadap sejumlah kerusuhan yang melanda sejumlah kota Iran selama beberapa hari terakhir.
Artis cantik Tamara Bleszynski kurang respek dengan aksi beberapa artis yang memamerkan isi saldo ATM Pribadinya.
Demonstran kini hanya memiliki sedikit pilihan, sementara polisi di luar tampaknya sudah siap untuk menunggu mereka keluar.
Setidaknya 106 pengunjuk rasa di 21 kota telah tewas, menurut laporan yang dapat dipercaya dari para saksi, video yang diverifikasi dan informasi dari aktivis hak asasi manusia.
Protes di Iran terjadi saat karena sebagian orang tidak diinformasikan dengan benar dan secara rinci keuntungan yang akan diterima dari kebijakan yang bertujuan membantu warga membutuhkan.
Akibatnya, demonstrasi berubah menjadi kekerasan di beberapa kota, Bentrokan antara pasukan keamanan dan unsur-unsur tertentu merusak properti publik.
Aksi damai untuk memprotes kenaikan harga bensin banyak dimanfaatkan kaum anarkis menghancurkan properti publik dan membakar bank dan pompa bensin di antara fasilitas lainnya.