Penembakan terhadap warga sipil di tengah invasi Rusia ke Ukraina kembali terjadi. Natalia Mykolaivna mengklaim menjadi korban penembakan secara sengaja dari militer Rusia.
Korea Utara Jumat (23/4) mengklaim berhasil menguji coba rudal Hwasong-17, ICBM jarak jauh yang menurut para analis mungkin mampu membawa banyak hulu ledak. Rudal ini pertama kali diluncurkan pada parade militer pada 2020.
Bangladesh melindungi sekitar 850.000 pengungsi Rohingya dari negara tetangga Myanmar sejak serangan militer pada 2017 yang oleh Amerika Serikat bulan ini ditetapkan sebagai genosida.
Militer dan polisi Myanmar sengaja membunuh warga sipil antipemerintah dalam enam bulan terakhi, setelah kudeta pada Februari 2021 lalu. Demikian laporan Nowhere is Safe, yang menyebut kebijakan itu sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Regulator komunikasi Rusia memblokir Google News, dengan tuduhan layanan agregator berita itu menyebarkan informasi palsu tentang operasi militer di Ukraina.
Melanjutkan perang di Ukraina secara moral tidak dapat diterima, secara politik tidak dapat dipertahankan dan secara militer tidak masuk akal.
AS, Jepang dan Australia telah memberikan sanksi kepada entitas atau orang Rusia, India belum menjatuhkan sanksi pada pemasok perangkat keras militer terbesarnya.
Diplomat atas AS itu membacakan kisah tragis dan mengerikan dari para korban, yang telah ditembak di kepala, diperkosa dan disiksa.
Militer Korea Utara melepaskan empat tembakan sekitar pukul 07.20 waktu setempat selama sekitar satu jam menuju pantai baratnya dari lokasi tak dikenal di Provinsi Pyongan Selatan.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Igor Konashenkov mengatakan Rusia telah melakukan serangan terhadap infrastruktur militer Ukraina pada Sabtu malam dan Minggu pagi.